Mancing adalah suatu hobi yang dapat dilakukan dan diimplementasikan olek semua kalangan, baik anak-anak, tua, muda semuanya bisa.
Tehnik ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran ukuran 350cm sampai 450cm dan biasanya terdiri dari 3 sambungan yang harus disambung jadi satu. Joran ini hampir seperti joran spinning atau joran popping namun lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang cukup besar, biasanya model spinning kelas 5.000 sampai 8.000 keatas. Walau tehnik dasarnya menyerupai tehnik casting, yaitu melemparkan umpan sejauh-jauhnya tetapi dalam surf casting ini umpan dibiarkan menarat selayaknya memancing dasaran. Oleh karena itu, rangkaian pada surf casting ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan umpan agar tidak bergerak kesana kemari terbawa ombak.
Umpan yg digunakan juga bukan umpan buatan, tetapi menggunakan umpan seperti ikan-ikan kecil, cacing laut, udang dll. Dan tehnik ini akan bekerja efektif jika dilakukan diwaktu- waktu tertentu seperti saat air pasang, karena saat itulah ikan mendekati pantai untuk mencari makan.
7.JIGGING
Jigging bukanlah tehnik baru, diperkirakan nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba memancing ikan dengan umpan buatan yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang diterjunkan kedalam laut kemudian ditarik keatas. Jigging biasanya dilakukan dispot laut yang terdiri dari terumbu karang dengan kedalaman antara 50 sampai 100M.
Lure yg digunakan adalah metal jig (lure yang terbuat dari bahan metal) yang digunakan biasnya adalah yang memiliki berat minimal 100 gram agar terjun dengan cepat kedasar laut.
Bahkan beberapa pemancing menggunakan metal jig dengan berat 250 sampai 400 gram tergantung ikan yg menjadi sasaran. Memancing dengan tehnik jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari tehnik popping dan casting. Joran yang digunakan lebih kaku dan pendek, yaitu antara 150 cm sampai dengan 200cm. Joran untuk jigging biasa menggunakan joran khusus sepeeti joran trolling namun ukurannya lebih kecil dan memiliki 2 sambungan yang sambungannya berada pada pangkal joran (butt).
Rellnya juga harus lebih kuat dari pada reel untuk popping walau dasarnya bisa ditukar tukar.
8.MANCING GARONG
Tehnik ini lebih dikenal dengan sebutan "ngegarong" karena menggunakan kail yang memiliki 6 mata kail, berbentuk seperti matahari disebut dengan pancing "GARONG". Hal yang paling unik dari tehnik ini adalah sering kali ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing menyangkut dimulutnya, namun karena mata kail menyangkut pada ingsang ataupun pada bagian tubuh lain si ikan.
Mancing garong ini biasa lebih sering menggunakan joran tegek atau joran polos tanta reel seet dan guard ring. Panjangnya antara 4 sampai 6 meter. Memancing menggunakan tehnik ini harus menggunakan pelampung kayu yang berbentuk seperti piring terbang. Jarak antara pelampung dengan mata kail berkisar antara 50cm sampai 100cm. Sedangkan panjang senar dari ujung joran sampai mata kail kisaran antara 2meter hingga 3meter.
Memancing dengan tehnik ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak terdapat di batu pinggir pantai, bahkan ada pula yang menggunakan nasi ataupun kue. Umpan tersebut tidak dikaitkan dengan mata kail, namun diikankan disenar dengan jarak antara 2 sampai 3cm dari mata kail. Target utama adalah ikan barongan, ikan kakak tua, dan terkadang juga ikan botana. Tehnik ini sangat murah tetapi cukup unik, eksentrik dan juga cukup sulit dilakukan. Jika dari pembaca ingin mencobanya bisa dilakukan.
9.ROCK FISHING
Melalui hobi memancing, kita dapat mengurangi beban fikiran. Namun tahukah anda, ternyata dalam dunia memancing terdapat beberapa tehnik dalam memancing.dan pada dasarnya, memang tidak ada aturan baku dalam dunia memancing karena memancing/ tehnik yang digunakan sangatlah fleksibel.
Namun jika suatu saat memancing menjadi hobi yang semakin menarik, tentu saja anda ingin yang namanya improfisasi mengenai tehnik- tehnik memancing yang baru dalam memancing.
Dengan mengetahui tehnik-tehnik yang sering diaplikasikan dalam dunia memancing, tentu akan menggugah minat kita untuk mencoba tehnik baru. Misalnya, seseorang yang biasa menggunakan tehnik dasaran sudah sering sehingga ingin mencoba tehnik lainnya seperti Casting. Tentu saja tehnik casting yang baru masih perlu untuk dipelajari, baik dari segi tehniknya sendiri sampai dengan perlatan yang diperlukan untuk tehnik ini. Namum hal tersebut akan menjadi sia-sia bahkan akan membuang buang waktu dan biaya saja. Oleh karena itu, diblog ini kita akan mengulas beberapa tehnik yang sering digunakan diberbagai daerah.
Berikut beberapa tehnik memancing pada umumnya:
1.MANCING DASARAN(Bottom fishing)
Mancing dasaran merupakan tehnik konvensional (umum) yang digunakan para pemancing. Tehnik ini biasa digunakan untuk memancing ikan yang sering bermain didasar laut, sungai, danau maupun empang. Mancing dasaran dapat digunakan tanpa harus menggunakan joran, dengan kata lain bisa hanya dengan menggunakan senar, kail dan umpan-pun sudah dapat dilakukan. Tehnik yang bermodalkan senar dan kail ini banyak digunakan oleh nelayan dilaut diatas perahu. Bisa juga dengan menggunakan reel dan joran.
Semua sesuai dengan keinginan si pemancing. Inti dari tehnik memancing dasaran adalah menenggelamkan umpan kedasar air dengan menggunakan pemberat/ timah.
2. Ngocer
Ngocer adalah tehnik memancing dengan menggunakan umpan hidup atau disebut juga dengan Live bait sebagai umpan. Kemudian umpat tersebut dilemparkan kespot/ tempat yang diinginkan sehingga melayang dan bergerak dengan sendirinya. Tehnik ini dilakukan tanpa pemberat/ timah. Terkadang juga menggunakan alat bantu seperti balon untuk mengontrol umpan agar tidak menyelam kedasar air. Senar utama dipasangi snap dan swivel kemudian disambung mata kail dengan kawat nelkin sepanjang 10cm.
Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup tergantung target yang diinginkan, seperti: selar, tembang, layang, como, kembung dll.
Tehnik ini juga dapat digunakan dirawa-rawa dengan target utamanya seperti ikan gabus atau ikan toman. Yaitu menggunakan umpan katak sawah atau juga bisa menggunakan cicak.
3.TROLLING
Tehnik ini diwajibkan menggunakan reel khusus yang kuat dan juga joran khusus yang hanya terdiri dari 1 bagian (one piece) dan harus ditarik dengan kapal dengan kecepatan 5-7knot. Trolling biasa menggunakan umpan buatan, yang dibuat dari fibber glass, kayu atau plastik. Saat ini anda dapat menemukan lure atau umpan buatan ditoko pancing baik secara online ataupun tidak. Dan ada juga umpan lain yang disebut dengan konahead yang berbentuk seperti cumi besar dengan rambut berumbai tetapi berwarna mencolok untuk memancing ikan layaran, marlin ataupun pedang. Dan jarak antara umpan dengan kapal antara 20-100m tergantung dari ukuran umpannya. Dan jika trolling dengan menggunakan umpan minnow biasanya kapal akan melaju dengan kecepatan 8knot. Bahkan jika menggunakan konahead laju yg digunakan dari 8-12kont.
4.casting
Tehnik ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran ukuran 350cm sampai 450cm dan biasanya terdiri dari 3 sambungan yang harus disambung jadi satu. Joran ini hampir seperti joran spinning atau joran popping namun lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang cukup besar, biasanya model spinning kelas 5.000 sampai 8.000 keatas. Walau tehnik dasarnya menyerupai tehnik casting, yaitu melemparkan umpan sejauh-jauhnya tetapi dalam surf casting ini umpan dibiarkan menarat selayaknya memancing dasaran. Oleh karena itu, rangkaian pada surf casting ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan umpan agar tidak bergerak kesana kemari terbawa ombak.
Umpan yg digunakan juga bukan umpan buatan, tetapi menggunakan umpan seperti ikan-ikan kecil, cacing laut, udang dll. Dan tehnik ini akan bekerja efektif jika dilakukan diwaktu- waktu tertentu seperti saat air pasang, karena saat itulah ikan mendekati pantai untuk mencari makan.
7.JIGGING
Jigging bukanlah tehnik baru, diperkirakan nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba memancing ikan dengan umpan buatan yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang diterjunkan kedalam laut kemudian ditarik keatas. Jigging biasanya dilakukan dispot laut yang terdiri dari terumbu karang dengan kedalaman antara 50 sampai 100M.
Lure yg digunakan adalah metal jig (lure yang terbuat dari bahan metal) yang digunakan biasnya adalah yang memiliki berat minimal 100 gram agar terjun dengan cepat kedasar laut.
Bahkan beberapa pemancing menggunakan metal jig dengan berat 250 sampai 400 gram tergantung ikan yg menjadi sasaran. Memancing dengan tehnik jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari tehnik popping dan casting. Joran yang digunakan lebih kaku dan pendek, yaitu antara 150 cm sampai dengan 200cm. Joran untuk jigging biasa menggunakan joran khusus sepeeti joran trolling namun ukurannya lebih kecil dan memiliki 2 sambungan yang sambungannya berada pada pangkal joran (butt).
Rellnya juga harus lebih kuat dari pada reel untuk popping walau dasarnya bisa ditukar tukar.
8.MANCING GARONG
Tehnik ini lebih dikenal dengan sebutan "ngegarong" karena menggunakan kail yang memiliki 6 mata kail, berbentuk seperti matahari disebut dengan pancing "GARONG". Hal yang paling unik dari tehnik ini adalah sering kali ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing menyangkut dimulutnya, namun karena mata kail menyangkut pada ingsang ataupun pada bagian tubuh lain si ikan.
Mancing garong ini biasa lebih sering menggunakan joran tegek atau joran polos tanta reel seet dan guard ring. Panjangnya antara 4 sampai 6 meter. Memancing menggunakan tehnik ini harus menggunakan pelampung kayu yang berbentuk seperti piring terbang. Jarak antara pelampung dengan mata kail berkisar antara 50cm sampai 100cm. Sedangkan panjang senar dari ujung joran sampai mata kail kisaran antara 2meter hingga 3meter.
Memancing dengan tehnik ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak terdapat di batu pinggir pantai, bahkan ada pula yang menggunakan nasi ataupun kue. Umpan tersebut tidak dikaitkan dengan mata kail, namun diikankan disenar dengan jarak antara 2 sampai 3cm dari mata kail. Target utama adalah ikan barongan, ikan kakak tua, dan terkadang juga ikan botana. Tehnik ini sangat murah tetapi cukup unik, eksentrik dan juga cukup sulit dilakukan. Jika dari pembaca ingin mencobanya bisa dilakukan.
9.ROCK FISHING
Tehnik ini dinamakan rock fishing dikarenakan dilakukan diatas batu karang (rock) atau diatas bukit dipinggir laut yang curam. Oleh karena itu, tehnik ini butih stamina yang benar-benar fit dan kuat karena sebelum memancing biasanya pemancing berusaha mendaki bukit yang curam untuk mendapatkan spot yang bagus. Biasanya spot terletak diatas batu karang yang tinginya dari 2m sampai 20m dari permukaan laut. Dan tehnik ini memiliki banyak resiko, jika karang terlalu rendah sewaktu air pasang bisa jadi pemancing terjebak dikarenakan terputus dengan daratan dan jika spot terlalu tinggi pemancing beresiko terjatuh kedalam laut.
Sedangkan untuk piranti, tehnik ini hampir sama dengan surf casting yang membedakannya hanya perlu membawa pendamping atau pengalaman yg cukup.
10.FLY FISHING
Tehnik satu ini adalah tehnik paling unik dalam memancing.yang dikembangkan oleh bangsawan dari inggris. Namun, ada yang menyebutkan bahwa tehnik fly fishing ini sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada jaman romawi kuno yang menyatakan memancing dengan artificial fly.
Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan lure berbentuk fly (serangga). Lure flies ini biasa terbuat dari lilitan benang khusus yang dibuat menyerupai serangga - serangga kecil. Tehnik fly fishing menggunakan piranti khusus, baik itu reel, joran, maupun senar, hingga backingline.
Demikianlah beberapa macam tehnik memancing pada umumnya yg sering digunakan para pemancing, baik itu pemancing pemula maupun yg sudah profesional.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar