Jumat, 20 Desember 2019

Pakan Alternatif Budidaya Lele

Anda seorang pembudidaya ikan lele?
Beruntung sekali jika anda masuk ke dalam halaman ini.
Artikel ini wajib anda pelajari sebelum ataupun sedang berbudidaya ikan lele.
Buat Anda yang masih pemula atau yang sedang aktif melakukan budidaya ikan lele, tentunya perlu mengetahui berbagai macam jenis makanan ikan lele yang alami dan relatif murah dari harga pakan ikan lele di pasaran.
Terdapat berbagai cara yang bisa ditempuh peternak lele untuk budidaya ikan lele salah satunya adalah berbudidaya dengan menggunakan kolam terpal dan kolam tembok atau juga  bisa menggunakan sistem bioflok.
Jika menggunakan sistem bioflok tentunya sangat mengandalkan mikroorganisme sehingga membuat ikannya lebih gurih sehingga tanpa pakan saja pun oke.
Sebenarnya setiap peternak memiliki idola sendiri-sendiri dalam melakukan budidaya ikan lele dengan jenis apa.
Cara membuat pakan ikan lele agar cepat besar adalah dengan menggunakan pakan alternatif alami dimana pakan ini menjadi makanan yang paling disukai banyak jenis ikan lele. dan ini merupakan sebuah rahasia supaya lele cepat besar.
Anda bisa menyesuaikan berbagai macam pakan alternatif untuk diberikan pada ikan lele yang anda budidayakan.
Anda bisa memulai budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal.
Kolam jenis terpal ini memang dianggap lebih baru dari kolam-kolam yang pernah ada.
Meskipun banyak juga peternak lele yang menggunakan kolam tanah, kolam tembok, atau pun drum plastik.
Ada banyak jenis alternatif pakan lele alami cepat besar dan cepat panen yaitu sebagai berikut:
1. Maggot Lalat
Magot lalat
Pernah dengar yang dinamakan maggot lalat?
Yuppps.... itutu, siblatung... 😁
Maggot lalat merupakan alternatif pakan ikan lele.
Maggot biasa tumbuh dengan siklus tertentu yaitu melalui telur lalat.
Jenis lalatnya yaitu black soldier fly dengan metamorfosis dengan fase kedua setelah mengalami fase telur.
Lebih tepatnya sebelum masuk fase pupa sebelum menjadi lalat dewasa.
Kandungan di dalamnya mengandung protein maggot dengan prosentase hingga 40 %.
Nilai gizi pellet dibuat oleh pabrik dengan prosesntase sekitar 20-25 %.
Pakan alternatif lele jenis ini dapat meningkatkan tingkat metabolisme pada ikan sehingga sangat baik untuk melawan berbagai penyakit.
2. Ikan rucah
Apasi ikan Rucah itu?
Ikan Rucah atau bisa dibilang ikan kecil dapat kita temui disungai maupun laut, jika disungai ikan wader/ benter dan dilaut seperti ikan teri contohnya.
Dan Ikan rucah merupakan alternatif pakan ikan lele yang sangat memiliki nilai gizi sangat tinggi. Ikan rucah ini sangat disukai oleh para petani karena di dalamnya sangat mengandung protein yang super tinggi.
Ikan rucah mengandung komponen yang berasal dari berbagai unsur sebagai penunjang pertumbuhan ikan lele yang rasanya sangat enak dan disukai oleh ikan lele.
Ikan rucah yang rasanya dianggap enak memang bukan hanya sekedar anggapan, tapi memang sangat benar adanya.
Para budidaya ikan lele biasanya mengandalkan ikan rucah untuk berbagai pakan harian.
3. Bekicot / Keong Mas
Bekicot maupun keong mas sering kali dianggap sebagai hama, terutama petani...
Tetapi bekicot ini juga ada manfaat sendiri bagi para budidaya ikan lele.
Bekicot merupakan bahan pakan ikan lele yang secara alternatif bisa digunakan sebagai pakan ikan yang memiliki kandungan protein sangat lengkap dan sangat bagus sebagai makanan yang dapat menjadikan ikan lele cepat besar pertumbuhannya. dan ikan lele pun memang sangat menyukai jenis pakan yang amis seperti bekicot.
Para peternak ikan lele memang sangat memuji kehadiran bekicot karena fungsi gizinya hampir sama seperti keong emas sehingga akan dapat menguntungkan bagi para pelaku budidaya.
Peternak juga seharusnya memiliki kerjasama yang baik untuk memberantas hama atau predator.
Para predator memiliki simbiosis mutualisme dengan peternak bekicot untuk menyediakan pakan lele yang memiliki kualitas sangat bagus.
Ikan lele dapat bertumbuh dengan baik dengan konsumsi bekicot.
4. Cacing
Cacing selain dapat menyuburkan tanah, ternyata bagus juga untuk pakan alternatif pakan alami ikan lele.
Banyak para ahli cacing lubricus yang menyadari bahwa di dalam tubuh cacing mengandung kadar protein yang sangat tinggi, atau sekitar 76 %.
Kadar cacing ini lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang ada di dalam daging mamalia karena proteinnya sebanyak 65% atau ikan yang memiliki kadar sebanyak 50 %.
Cacing sutra juga bagus sebagai pakan ikan lele sebab memiliki laju pertumbuhan yang sangat tinggi.
Jenis makanan cacing termasuk ke dalam jenis kelompok pakan alami ikan yang sangat tinggi kandungan gizinya.
Cacing sutra memiliki tekstur lembut yang sangat mudah dicerna bagi ikan lele.
Tapi sayangnya cacing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kekurangannya ialah terletak pada pengaruhnya yang bisa membuat air menjadi lebih cepat kotor.
Ikan lele memang lah bisa membuat air mudah  lebih cepat keruh.
Maka agar bisa meminimalisir air yang kotor biasanya cacing memang harus dibersihkan.
Pastikan cacing yang digunakan sebagai pakan ikan lele harus dibersihkan terlebih dahulu sehingga bersih dari berbagai bakteri pathogen yang asa di dalamnya.
Bakteri patogen tentunya  akan membuat pertumbuhan ikan lele menjadi terganggu.
5. Tanaman atau Dedaunan
Terdapat pakan alami ikan lele dari tumbuhan atau dedaunan yang memiliki nutrisi yang baik bagi ikan lele.
Contoh tanamannya ialah Azzola.
Azzola ialah jenis tumbuhan paku air yang sangat dibutuhkan unttuk ikan lele.
Tumbuhan azzola merupakan tumbuhan yang sangat baik sebagai saluran irigasi yang berada di area pinggir kolam sehingga membuat tanah lembab.
Tanaman Azzola merupakan tumbuhan pakuan yang banyak dicari oleh para peternak ikan yang khusus untuk ikan lele sebagai alternatif pakan tambahan yang murah.
Intensitas perburuan azola merupakan pakan ikan lele yang di dalamnya mengandung banyak protein yang sangat tinggi sekitar 25 hingga 35 %.
6. Unggas
Pada peternakan ayam setiap harinya biasanya ada aja ayam yang mati.
Limbah ayam bisa Anda gunakan untuk memberi makan ikan lele, karena lele merupakan hewan karnivora.
Ayam yang sudah mati tidak boleh diberikan secara langsung untuk menghindari wabah penyakit pada ikan.
ayam harus direbus serta dibersihkan dulu.
Proses perebusan ini bertujuan untuk menghilangkan bau dan membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam ayam.
Setelah mendidih diamkan menjadi dingin, kemudian berikan ke ikan lele Anda pada hari itu juga.
Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk sobat Lingsang Fishing.

Kamis, 19 Desember 2019

Jenis- jenis Ikan Lele

Ikan lele memiliki nama latin Clarias Sp, terkenal dengan tubuhnya yang licin tidak bersisik dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.



Jenis dari ikan lele cukup banyak, tapi tidak semuany bisa dikonsumsi.
Biasanya jenis yang dibudidaya untuk dikonsumsi adalah yang punya sifat unggul, misalnya tahan terhadap penyakit dan pertumbuhan yang cepat.

Selain itu juga punya kemampuan untuk tinggal di lingkungan dengan kepadatan yang tinggi dan kondisi air yang minim.
Di Indonesia ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di masyarakat, setiap jenis punya keunggulan dan kekurangan.
Kita akan membahas beberapa di antaranya yang populer, sehingga bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih bibit lele yang akan dibudidaya.


Macam-macam varietas ikan lele yang dapat di budidaya di indonesia

1. Dumbo

Lele Dumbo

Lele Dumbo atau Clarias Gariepenus, berasal dari Taiwan kemudian didatangkan ke Indonesia pada tahun 1985-1986.

Lele Dumbo adalah hasil persilangan antara lele lokal Afrika (Clarias Mosambicus) dengan lele lokal Taiwan (Clarias Fuscus).

Ukuran lele dumbo jauh lebih besar mencapai 2 kali lipat dari lele lokal. Ukuran lele dumbo lebih pendek dan tumpul, sedangkan sungutnya relatif lebih panjang dibandingkan lele lokal.
Lele dumbo juga punya warna hitam kehijauan dan saat dia terkejut atau stres, kulitnya akan berubah menjadi bercak hitam atau putih.
Lele dumbo punya patil tetapi tidak terlalu beracun. Banyak peternak lele lebih memilih lele dumbo dikarenakan tumbuhnya lebih cepat dan besar dengan jumlah telur yang banyak, lebih tahan penyakit, mudah beradaptasi dan lebih mudah pembudidayaannya dibandingkan dengan lele lokal.
Meskipun begitu, benih yang dihasilkan lele dumbo ukurannya tidak sama, akibatnya pertumbuhannya juga berbeda–beda, sehingga membuat waktu panen mundur dan kebutuhan pakan lebih banyak.
Lele dumbo juga cocok untuk dipelihara dikolam tanah karena tidak punya kebiasaan membuat lubang.

Baca juga; Pakan Alternatif Ikan Lele
Tapi dari segi rasa, daging lele dumbo lebih lebih lembek sehingga orang lebih menyukai daging ikan lele lokal yang dirasa lebih enak.
2. Ikan Lele Lokal
Ikan lele lokal atau lele kampung memiliki nama latin Clarias Batrachus, adalah jenis lele yang dikenal luas oleh masyarakat.
Sebelum ada lele dumbo, para peternak biasanya membudidayakan ikan lele ini yang disebut juga ikan jawa.
Tetapi sekarang ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal yang dipandang kurang menguntungkan karena pertumbuhannya yang terbilang sangat lambat.
Ada tiga jenis lele lokal yang ada di Indonesia, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah.
Lele hitam adalah yang paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi, sedangkan lele putih dan merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias.
Lele lokal juga punya patil yang tajam dan berbisa, terutama pada lele mudanya. Apabila menyengat, racunnya bisa membunuh mangsa dan bagi manusia bisa membuat bengkak dan demam.
Lele ini juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai walking catfish, karena memang mampu ‘berjalan’ didaratan, terutama untuk berpindah mencari tempat yang lebih banyak airnya.
Lele ini menyukai perairan yang tenang dan berlumpur, seperti dirawa, kolam, saluran-saluran air atau disekitar anak-anak sungai.

3. Lele Phyton



Ikan lele phyton ditemukan oleh para peternak lele di Kabupaten Pandeglang, Banten pada tahun 2004. Ikan lele phyton merupakan hasil dari persilangan induk betina lele eks Thailand F2 dengan induk jantan lele lokal atau lele dumbo F6.

Ikan lele phyton tahan cuaca dingin dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih dari 90%.

Pada awalnya proyek ikan lele phyton dilakukan untuk menjawab keluhan para peternak lele di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang yang sering mengalami kerugian karena benih lele dumbo tidak cocok dibudidayakan di Desa Banyumundu yang beriklim dingin, dimana malam harinya suhu berkisar 17 C.
Selama lebih dari 2 tahun percobaan akhirnya ditemukanlah lele phyton. Kualitas lele phyton ini juga diakui oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.
Sesuai dengan namanya, bentuk kepala seperti ular phyton yang pipih memanjang, mulut kecil dan warna menyerupai ular phyton.
Ciri lainnya adalah punuk dibelakang kepala, ekor bulat dan sungut yang lebih panjang dibanding lele dumbo.
Selain tahan dingin, pertumbuhannya juga cepat dan seragam serta tahan penyakit. Lele phyton punya gerakan lebih lincah dari lele dumbo dan rasa dagingnya lebih gurih juga tidak lembek, lebih mendekati rasa daging lele lokal.
Bisa dikatakan lele phyton punya semua keunggulan yang dimiliki lele dumbo dan lele sangkuriang, tetapi kelemahannya adalah bobotnya yang lebih ringan dikarenakan bentuk tubuhnya yang ramping dan memanjang.

4. Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang adalah hasil persilangan dari lele dumbo jantan F6 dengan induknya sendiri lele betina dumbo F2.

Dari hasil perkawinan ini ternyata didapatkan sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur yang tinggi hingga 40–60 ribu butir per sekali pemijahan.

Lele Sangkuriang juga lebih tahan penyakit, dapat dipelihara dalam kondisi air yang minim dan kualitas daging yang lebih baik.

Secara fisik, lele sangkuriang hampir sama dengan lele Dumbo, tetapi mulutnya lebih lonjong, matanya lebih kecil, bentuk badannya lebih bulat, dan warnanya abu-abu.
Selain jumlah telurnya yang banyak, daya tetas telurnya pun tinggi, dan ukuran benih yang dihasilkan cukup merata. Ukuran tubuhnya lebih besar dibanding lele dumbo dan lele phyton.
Tetapi kelemahannya, tidak bisa membenihkan dari indukannya karena kualitasnya bisa menurun.
Jadi pembenihan harus dilakukan dengan persilangan balik. Jenis ini bisa dibudidayakan optimal pada udara sejuk tapi benihnya kurang bisa bertahan di daerah panas.
Untuk menyiasatinya, usahakan kolam tidak terlalu panas atau diberi pelindung, baik atap atau tanaman air sekitar 50% dari permukaan kolam.

5. Lele Masamo


Lele masamo merupakan hasil pengumpulan sifat dari berbagai plasma nutfah lele antara lain lele dumbo dan Clarias Macrocephalus atau Bighead Catfish. 

Hasil dari percobaan tersebut menghasilkan ikan lele masamo yang memiliki sejumlah keunggulan yaitu: bertubuh besar, rakus makan tapi tetap efisien, tingkat keseragaman tinggi, tidak mudah stres, tahan penyakit, sifat kanibal rendah dan produktivitas telur yang tinggi.

Kepala ikan ini lebih lonjong agak runcing, sirip atau patilnya lebih tajam, badan lebih panjang dan warnanya kehitaman.
Tetapi saat stres, muncul warna keputihan atau keabu-abuan. Lele masamo juga punya bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya dan ada tonjolan di tengkuk kepala.
Pada induk, tonjolan di tengkuk kepala lebih terlihat jelas. Mengingat ciri lele masamo sangat berbeda dengan jenis lele lain, sehingga jenis ini tidak mungkin dipalsukan.
Tetapi saat masih benih, sulit membedakannya dengan benih lele jenis lainnya, tetapi biasanya benih lele masamo lebih agresif dan nafsu makannya lebih kuat, sehingga jika manajemen pakan kurang bisa mengakibatkan kanibalisme.

6. Lele Mutiara

Ikan lele mutiara adalah hasil dari persilangan ikan lele dumbo, lele mesir, lele phyton dan lele sangkuriang.
Percobaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2010 diBalai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Subang, Jawa Barat dan diresmikan pada 27 Oktober 2014.
Ikan lele mutiara punya banyak keunggulan seperti laju pertumbuhannya yang tinggi sekitar 40% sehingga waktu pemeliharaannya pun lebih singkat.
Bibit yang berukuran 5-7 cm dapat dipanen dalam waktu 2 bulan bahkan kurang, dengan ukuran panen 6-9 ekor per kg dan keseragaman ukurannya yang mencapai 80%.
Keunggulan lainnya adalah irit dalam penggunaan pakan dan lebih tahan terhadap serangan penyakit, ini dibuktikan dengan merendamnya didalam bakteri aeromonas sp selama 60 jam dan hanya 30% ikan saja yang mati.

7. Limbat/Lembat


Ikan lele Limbat memiliki nama latin Clarias Nieuhofii ikan lele liar yang penyebarannya luas di Asia Tenggara.

Berhabitat di rawa dan sungai kecil, biasanya jarang dibudidaya tapi sering juga di konsumsi dengan dilakukan penangkapan secara tradisional di alam.

Ciri fisiknya, punya tubuh yang panjang dan berwarna kekuningan atau abu-abu. Bagian tubuh atasnya gelap kehitaman dan keputihan di sebelah bawah kepala dan tubuhnya.
Terdapat deret vertikal bintik-bintik keputihan atau kekuningan di bagian punggung.
Ikan lele limbat juga punya banyak jenis diantaranya adalah limbat hitam dan limbat sentarum.
Ikan limbat biasa dikonsumsi dengan cara di asap dan di sebut ikan salai atau ikan asap limbat dengan rasa yang gurih dan nikmat.

8. Lele Broadhead


Ikan lele Broadhead atau Clarias Macrocephalus adalah lele asli Asia Tenggara dan sering di konsumsi di Thailand.

Di Thailand ikan lele ini dan walking catfish atau Clarias batrachus sering dijadikan makanan yang dikenal sebagai Pla Duk, sejenis makanan murah yang ditawarkan dipinggir jalan dengan cara dipanggang atau digoreng.

Lele Broadhead punya sirip punggung yang besar dan tubuh yang pendek dan agak bulat hampir mirip dengan lele lokal atau lele kampung di Indonesia.
Lele Broadhead berwarna hitam dan punya bintik-bintik putih di sisi tubuhnya. Sebagai jenis ikan iklim tropis, maka banyak ditemukan di China, Filipina, Guam, Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Ikan ini lebih suka tinggal di rawa-rawa, kanal, sawah, genangan dan sungai. Ikan ini juga hampir punah karena sering dikawinsilangkan, sehingga jenis aslinya sulit ditemukan.
Sebagai jenis ikan yang bersifat karnivora, lele broadfish memakan serangga air, udang muda dan ikan kecil. 
Tetapi, ikan itu bisa juga makan bekatul, tepung ikan dan pelet. Ikan ini dibudidayakan dalam skala kecil saja, dikarenakan pertumbuhannya yang lambat.
Tapi di Thailand ikan ini lebih di sukai dari segi rasa dan gizinya yang lebih baik di banding dengan walking catfish atau lele jawa (Clarias Batrachus).

9. Lele gua emas


Lele ini merupakan lele yang cukup langka dan cenderung bisa jadi akan punah karena populasinya yang tahun demi tahun selalu berkurang.

Kenapa disebut dengan lele gua? Karena lele ini benar sering ditemukan di Gua, Gua ini dikenal sebagai gua Aigamas wilayah OtjozondjupaNamibia. Panjang standar hingga 16,1 cm (Mereka mungkin tertutup kulit dan bisa dipastikan mereka buta.

Banyak orang bilang bahwa populasi mereka hanya sekitar 200 – 400 ekor, banyak ilmuan masih tidak mengerti bagaimana cara membantu pengembangbiakan mereka.

5 Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal

Bagai Mana Si Cara Budidaya Lele?  kini tak harus dilalukan di kolam tanah. Ada cara efektif mengembangbiakkan lele dengan cara mudah, menggunakan terpal. Begini caranya!

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau. Meskipun begitu, lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gram ikan lele mengandung 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein.


Selain gizinya tinggi, ikan lele juga mudah dibudidayakan di rumah. Berikut beberapa cara budidaya lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh pemula:


1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan lele kolam terpal bisa dilakukan di rumah. Terpal jadi media yang paling mudah didapatkan. Berikut cara untuk menyiapkan terpal sebagai kolam ikan lele:

- Pastikan kolam terpal sudah dibersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas sampai bersih dan keringkan

-Bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Supaya bisa berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal

- Isi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm

- Diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm

- Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk mengurangi bau air kolam.

2. Pilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit ikan lele tak boleh asal. Pilih bibit lele unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit lele yang unggul biasanya gerakannya lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan warna sedikit lebih terang.

Baca Juga: Jenis -jenis Ikan Lele

3. Penebaran Bibit

Sebelum mulai menebar bibit, Anda memisahkan ikan lele ukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal.

Yang harus diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan menebar bibit secara bersamaan. Ini akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian.

Sebaiknya gunakan ember dan masukkan sebagai ember berisi bibit lele ke dalam kolam. Diamkan hingga 30 menit dan biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Waktu penebaran yang baik adalah pagi dan malam hari.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan lele yang besar dan kecil dalam kolam berbeda.

Kualitas air kolam yang bagus untuk lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen.

Keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal.

Ikan lele harus diberi pakan tiga kali sehari yaitu jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jenis pakannya sentrat 781-1.

5. Panen Ikan Lele

Anda bisa memanen ikan lele jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Pastikan pengambilan ikan lele dengan sarung tangan. Anda juga bisa menggunakan jaring ataupun serokan besar.

Budidaya ikan lele sistem bioflok juga bisa jadi alternatif. Sistem bioflok ini merupakan kolam berbentuk bulat dengan lapisan terpal yang dilengkapi dengan pipa pembuangan kotoran yang memudahkan pengurasan kolam. Kolam ikan lele pun terbebas dari bau.

Jenis -jenis lebah madu