Kamis, 26 Juli 2018

Umpan jitu ikan gabus



Umpan Jitu Mancing Ikan Gabus Liar dan Besar– Sebenarnya banyak cara yang cukup mudah untuk membuat umpan ikan Gabus atau ikan kutuk ini. Umpan ikan sangat penting untuk diketahui, terutama untuk kalian yang hobi memancing ikan Gabus. Ikan gabus sendiri masih merupakan jenis ikan predator air tawar yang kerap sekali keberadaannya diair tawar seperti dirawa-rawa, danau, sungai, kanal dan parit. Ada beberapa jenis umpan yang bisa kalian gunakan untuk memancing ikan yang termasuk ikan Gabus.

Berikut beberapa umpan mancing ikan gabus yang paling ampuh bisa kalian pilih:

  • Belalang 

  • Hewan yang banyak ditemui di persawahan ini sebenarnya bisa digunakan sebagai umpan ikan gabus. Belalang bisa digunakan untuk memancing ikan gabus, karena selain ampuh untuk mendapatkan ikan gabus dan mendapatkan belalangpun tidak terlalu susah. Adapun cara menggunakan belalang sebagai umpang, cukup kaitkan mata kail pada belalang mulai dari ekornya.

  • Cacing
    Kalian bisa menggunakan cacing tanah sebagai umpan jitu untuk menangkap ikan Gabus. Cacing tanah selain mudah didapatkan, juga mempunyai bau amis yang menyengat dan sangat ampuh menarik ikan ikan Gabus. kelebihan menggunakan umpan cacing tanah ini tidak hanya dimakan oleh ikan gabus saja namun ikan predator jenis lainnya juga bisa memakannya.
  • Ikan kecil
Ikan Wader merupakan ikan yang berukuran kecil dan banyak ditemui disungai. Ukurannya yang kecil sangat cocok bila dijadikan sebagai umpan ikan predator seperti Gabus. ikan wader yang akan digunakan sebagai umpan harus diusahakan masih hidup. Caranya cukup kaitkan mata kail kepunggung ikan wader. Kenapa harus hidup? karena ikan wader dapat berenang dan menarik perhatian ikan Gabus untuk dimangsa olehnya.
  • Jangkrik
          Gak afdol rasanya bila jangkrik tidak disebutkan sebagai umpan yang paling ampuh untuk memancing ikan gabus. Hewan yang bersuara merdu ini dapat digunakan sebagai umpan untuk memancing ikan Gabus. Karena bila jangkrik digunakan sebagai umpan merupakan hal yang sudah biasa. Jangkrik juga bisa digunakan untuk memancing ikan predator jenis lainnya, caranya cukup mudah kalian hanya perlu mengaitkan ekor jangkrik pada mata kail pancing kalian.
  • Katak Kecil 
    Carilah katak kecil yang banyak berkembang biak di sawah dan sungai. Untuk memakai umpan katak ini biasanya digunakan mancing ikan pada malam hari, yaitu dikaitkan pada mata kail mulai dari belakang ekornya dan menggantung. ganas. Usahakan kataknya masih hidup hal Ini bertujuan agar umpan dapat bergerak dan merarik perharian ikan gabus supaya lebih cepat datang serta memangsa katak.

  • Ulat daun pisang
    Ulat daun pun bisa juga digunakan untuk umpan memancing ikan gabus selain bisa menggunakan belalang, cacing tanah, ikan kecil seperti ikan wader, jangkrik ataupun katak kecil. Selain mudah untuk didapatkan, ternyata ulat daun dapat memikat ikan gabus datang. Cara cukup kaitkan mata kail dari belakang ekornya, dan umpan pun sudah diap digunakan.

Jenis jenis lure/ umpan buata untuk top water

Selamat datang diLingsang fising- jika sebelumnya kita membahas mengenai macam- macam tehnik memancing, Dikesempatan kali ini akan kita bahas mengenai jenis-jenis umpan atau lure palsu yang paling banyak digunakan para angler untuk casting dan disini kita akan bahas masalah lure untuk casting gabus. berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan jenis lure tersebut.

Berikut ini macam-macam umpan palsu untuk casting gabus.


Umpan Permukaan Air (Top Water Lure)

Untuk di awal kita ketahui dulu jenis-jenis lure untuk casting gabus di permukaan air atau umpan yang mengapung di permukaan.

1. Jump Frog

Jump Frog biasa disingkat JF merupakan satu dari berbagai macam umpan mainan/palsu untuk casting gabus. Pada umumnya terbuat dari kayu dan plastik. Untuk bikinan tangan atau handmade biasa terbuat dari kayu ringan yang dipoles menjadi berbagai ragam bentuk, model serta warna. Sedangkan yang pabrikan banyak terbuat dari plastik.

Seperti namanya Jump Frog, bisa diartikan "kodok loncat", karena action JF yang bagus biasanya meloncat-loncat di permukaan air sehingga menimbulkan gelombang di air yang dapat  menarik perhatian gabus. Komposisi Jump frog pada umumnya terdiri dari Body, Double Hook, Skirt (rumbai karet) dan penutup hook.


Lure Jump Frog
Salah satu kelebihan yang dimiliki jump frog adalah efek loncat-loncat yang mungkin tidak bisa ditemukan pada jenis lure lain. Bagi Anda yang suka kagetan dengan sambaran gabus, juga cocok menggunakan jump frog ini. Gabus yang menyambar umpan, bisa langsung ditarik, dan lebih mudah strike/hook up tersangkut di hook.


Kekurangan memakai JF untuk umpan casting


Menggunakan jump frog untuk casting tidak bisa sembarang jenis spot apalagi spot yang banyak sangkutan rerumputan dan ranting kayu. Hal ini karena hooknya yang rentan mudah terbuka walaupun sudah ada "penutup". Memang banyak bahan yang dapat dipakai untuk digunakan penutup double hook pada JF ini, misalnya kawat sling, seperti gambar diatas menggunakan nilon ukuran besar. Jika kita ingin JF tidak mudah tersangkut bisa menggunakan slang kecil sebagai penutupnya. Namun akibatnya adalah saat gabus menyambar umpan, penutup sulit terbuka dan kemungkinan bisa mocel.

Jadi, kesimpulannya Jump frog cocok digunakan di area yang terbuka dan sedikit ranting ataupun rerumputan.


2. Mini Popper

Mungkin kita sering mendengar istillah popping, yaitu teknik mancing casting menggunakan popper. Popper merupakan sejenis umpan palsu permukaan air. Bisakah popper digunakan untuk mancing gabus? Tentu saja bisa namun sama halnya dengan JF, area yang dicasting harus area terbuka karena sangat mudah tersangkut. So, casting gabus memakai mini popper dianjurkan di area kolam yang bersih dari rumput dan ranting. Dijamin jika gabus menyambar 99 persen  setreek. Lihat trible hooknya saja ada 2 buah masing-masing 3 mata, hehehe.


Mini popper


3. Soft Frog

Soft frog merupakan jenis lure yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh pemburu snakehead. Tentu saja dengan keunggulannya bisa melewati rintangan rerumputan dan ranting kayu menjadikan SF sebagai idola para castinger gabus. 

Soft frog


4. Kicker Frog


Kicker frog terbuat dari bahan karet/lateks murni. Actionnya cukup unik seperti namanya Kicker frog yang diterjemahkan Kodok Penendang. Kakinya nendang-nendang dan menimbulkan percikan. Cocok ditargetkan untuk gabus berukuran besar atau ikan toman. Harganya agak sedikit mahal dibanding JF dan SF.



Kicker frog
Untuk sementara itu saja 4 macam umpan casting yang populer digunakan oleh angler gabus.Kalau rekan angler punya saran silakan berkomentar. Terima Kasih atas kunjungannya.

Rabu, 25 Juli 2018

Tips Casting untuk Pemula

Lingsang Fishing- ok pembaca yang budiman. Ketemu lagi di postngan saya.. 
Yang sebelumnya membahas masalah tehnik memancing dan juga umpan untuk top water. Kali ini kita akan bahas tips casting untuk pemula yang tentunya ingin mencoba tehnik satu ini!!!
Keliatan nya trend mancing dengan teknik casting ini semakin berkembang, mungkin karena sosial media dan acara mancing kali ya? Mulai dari pemancing konvensional sampai yang gak hobi mancing pengen ngerasain casting :D.
Tapi, teknik ini gampang2 susah lho.. mungkin karena masuk dalam golongan Sport Fishing, sehingga memerlukan keaktifan, stamina, juga power dari badan kita. Banyak yang berhasil, banyak juga yang menyerah ditengah jalan.. sayang deh tackle nya 😦
Oke lah masuk ke topik. Kali ini saya mau membagikan sedikit tips untuk masbro atau mbakbro yang baru mulai coba teknik casting.
Walaupun saya bukan master, shifu apa lagi sapu 😀 tapi seenggaknya saya bisa lah sedikiiiiit bagi pengalaman yang seada nya ini siapa tau membantu hehe…

  1. Pahami Spesifikasi Lure / Umpan Anda
Wuih ada spek nya ya!? Ada donk hehee… Banyak pemula yang lebih mementingkan bentuk lure dan warna sehingga kadang melupakan spek nya. Padahal menurut saya spek ini yang paling penting dibandingkan bentuk dan warna nya, karena spesifikasi lure ini juga yang akan membantu keberhasilan casting man teman.

Contoh spesifikasi lure.

Sebelum beli lure, sobat baca dulu spesifikasi kayak diatas. Kebanyakan gak selengkap contoh diatas, tapi Length (ukuran lure), Weight (berat lure),  dan action lure (floating, sinking, suspending, plongeant) pasti ada di spesifikasi lure. Nah teman2 mesti tau spesifikasi ini dan action lure beregerak nya kayak gimana. Untuk lebih detil mengenai action mungkin sobat bisa googling sambil mempelajari untuk lebih detailnya, karna klo dijelasin satu – satu disini bisa jadi buku novel :D.

2. Pahami Spesifikasi Tackle (Rod, Reel & Line)
Setelah paham mengenai spesifikasi lure, selanjutnya yang perlu dipahami adalah spesifikasi tackle. Karena casting butuh keaktifan alias harus semangat lempar lure terus menerus maka tentunya kita butuh tackle yang ringan.
Untuk rod / joran, ukuran lbs bisa pakai maksimal 16 – 20lbs dengan panjang 180cm dan tentunya harus pilih blank yang kecil supaya mengurangi beban (ini berlaku untuk rod BC & Spinning). Di spesifikasi rod juga terdapat info berapa batas berat maksimal lure yang dipakai di rod tsb.
Nah karakter rod juga beda – beda, kita harus sesuaikan lagi sama target dan spot yg kita tuju. Tapi kalau untuk pemula, saya rasa karakter slow – medium action sudah cukup.
Sedangkan reel, saya sarankan pakai ukuran kecil 1000 – 2500 untuk spinning dan 100 – 200 untuk reel baitcasting.
Line bisa menggunakan PE ukuran PE 1, 1,5 atau PE 2. Tergantung dari reel yang digunakan.

3. Pahami Spot dan Target 
Nah ini point yang terakhir, setelah kita .senjata berupa lure dan 1 set rod + reel maka selanjutnya siap mancing. Kalau mau casting, spot & target harus di analisa dulu. Kira – kira gimana kontur dasar nya, kedalaman spot juga di cek gimana rintangan nya. Selain itu juga kita harus sedikit memahami karakter predator air yang kemungkinan menyambar lure.
Kalau bagi saya, cara menyambar predator sama saja. Ketika menyambar lure, maka sang predator air akan lari dan biasanya mencari perlindungan berupa akar / ranting / batu di dasar air. Nah pinter – pinter fight dan setting drag deh ya.
Nah pilihan lure yang pas biasanya membuahkan peluang strike. Eh tapi jangan ngarep dulu, walaupun semua sudah terencana, sering kali juga terjadi “keboncosan” lho.. makanya mancing dengan teknik casting gak semudah yang dibayangkan dan trial and error sudah pasti ada, karena di dalam teknik casting tidak semudah mancing dengan menggunakan umpan alami. Jadi inti nya harus sabar, tekun dan teliti 😀

Oke kira-kira sekian tips yang bisa saya bagikan, semoga tip yang sangat dasar ini bisa jadi info buat temen2 yang baru mencoba teknik casting ataupun yang baru mau terjun ke teknik mancing casting.
Bagi yang mau sharing tips juga monggo… silahkan isi komentar dibawah untuk nambah pengetahuan temen2 yang lain.


Salam SSTTTRRIIKKKKKEEEEEE….!

Macam- macam tehnik memancing

Mancing adalah suatu hobi yang dapat dilakukan dan diimplementasikan olek semua kalangan, baik anak-anak, tua, muda semuanya bisa.
    Melalui hobi memancing, kita dapat mengurangi beban fikiran. Namun tahukah anda, ternyata dalam dunia memancing terdapat beberapa tehnik dalam memancing.dan pada dasarnya, memang tidak ada aturan baku dalam dunia memancing karena memancing/ tehnik yang digunakan sangatlah fleksibel.
  Namun jika suatu saat memancing menjadi hobi yang semakin menarik, tentu saja anda ingin yang namanya improfisasi mengenai tehnik- tehnik memancing yang baru dalam memancing.


Dengan mengetahui tehnik-tehnik yang sering diaplikasikan dalam dunia memancing, tentu akan menggugah minat kita untuk mencoba tehnik baru. Misalnya, seseorang yang biasa menggunakan tehnik dasaran sudah sering sehingga ingin mencoba tehnik lainnya seperti Casting. Tentu saja tehnik casting yang baru masih perlu untuk dipelajari, baik dari segi tehniknya sendiri sampai dengan perlatan yang diperlukan untuk tehnik ini. Namum hal tersebut akan menjadi sia-sia bahkan akan membuang buang waktu dan biaya saja. Oleh karena itu, diblog ini kita akan mengulas beberapa tehnik yang sering digunakan diberbagai daerah.

Berikut beberapa tehnik memancing pada umumnya:

1.MANCING DASARAN(Bottom fishing)
   Mancing dasaran merupakan tehnik konvensional (umum) yang digunakan para pemancing. Tehnik ini biasa digunakan untuk memancing ikan yang sering bermain didasar laut, sungai, danau maupun empang. Mancing dasaran dapat digunakan tanpa harus menggunakan joran, dengan kata lain bisa hanya dengan menggunakan senar, kail dan umpan-pun sudah dapat dilakukan. Tehnik yang bermodalkan senar dan kail ini banyak digunakan oleh nelayan dilaut diatas perahu. Bisa juga dengan menggunakan reel dan joran.
  Semua sesuai dengan keinginan si pemancing. Inti dari tehnik memancing dasaran adalah menenggelamkan umpan kedasar air dengan menggunakan pemberat/ timah.

2. Ngocer
   Ngocer adalah tehnik memancing dengan menggunakan umpan hidup atau disebut juga dengan Live bait sebagai umpan. Kemudian umpat tersebut dilemparkan kespot/ tempat yang diinginkan sehingga melayang dan bergerak dengan sendirinya. Tehnik ini dilakukan tanpa pemberat/ timah. Terkadang juga menggunakan alat bantu seperti balon untuk mengontrol umpan agar tidak menyelam kedasar air. Senar utama dipasangi snap dan swivel kemudian disambung  mata kail dengan kawat nelkin sepanjang 10cm.
Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup tergantung target yang diinginkan, seperti: selar, tembang, layang, como, kembung dll.
Tehnik ini juga dapat digunakan dirawa-rawa dengan target utamanya seperti ikan gabus atau ikan toman. Yaitu menggunakan umpan katak sawah atau juga bisa menggunakan cicak.

3.TROLLING   









Tehnik ini diwajibkan menggunakan reel khusus yang kuat dan juga joran khusus yang hanya terdiri dari 1 bagian (one piece) dan harus ditarik dengan kapal dengan kecepatan 5-7knot. Trolling biasa menggunakan umpan buatan, yang dibuat dari fibber glass, kayu atau plastik. Saat ini anda dapat menemukan lure atau umpan buatan ditoko pancing baik secara online ataupun tidak. Dan ada juga umpan lain yang disebut dengan konahead yang berbentuk seperti cumi besar dengan rambut berumbai tetapi berwarna mencolok untuk memancing ikan layaran, marlin ataupun pedang. Dan jarak antara umpan dengan kapal antara 20-100m tergantung dari ukuran umpannya. Dan jika trolling dengan menggunakan umpan minnow biasanya kapal akan melaju dengan kecepatan 8knot. Bahkan jika menggunakan konahead laju yg digunakan dari 8-12kont.

4.casting
   
Dokument Lingsang Fishing

Tehnik casting adalah tehnik memancing dengan melemparkan umpan buatan / lure, kearah target dengan piranti joran dan reel.
Inti dari tehnik ini adalah mobilitas saat melempar dan menggulung lure. Namun dalam kenyataanya, tehnik casting ini juga ada yang tanpa menggunakan piranti seperti joran maupun reel atau disebut juga handline. Tehnik casting ini juga memang menuntut tangan untuk terus menerus melempar dan menggulung lure, sampai ikan target tertarik untuk menyambar lure. Itulah yang membedakan antara tehnik dasaran dengan casting.
Salah satunya seperti dalam video ini, dimana tehnik casting ini dilakukan.


5.POPPING
   
    Pada dasarnya tehnik ini juga termasuk dalam kelompok casting, yang membedakannya adalah joran yang digunakan dalam tehnik ini berkisaran antara 200-250cm. Joran popping biasanya terdiri dari dua bagian yang tersambung pada butt blank joran. Hal ini guna menghindari resiko patah jika sambungan ditengah joran. Dan joran yang lebih panjang akan menghasilkan lemparan yang lebih jauh. Reel yang digunakan biasanya reel-reel dwngan ukuran besar, dengan ukuran 5.000 hingga 10.000 keatas. Senar yang digunakan adalah senar PE braided mulai dari PE 5 hingga PE 8.

     Sesuai dengan namanya, tehnik ini khusus menggunakan lure popper biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 hingga 100 gram untuk popping ukuran ringan bisa menggunakan popper dengan berat 10-40 gram. Untuk popper yang sering digunakan adalah "Chugger" yang kepalanya rata dan memiliki cekungan didepannya. Popper berbentuk Chugger ini bila disentak sewaktu diatas air akan menimbulkan bunyi "pop,pop,pop" dikarenakan kepalanya menabeak air. Itulah sebabnya kenapa disebut dengan popper.
  Tehnik popping hampir sama dengan tehnik casting, yaitu melempar lure secara berulang-ulang dan menggulung reel secara cepat. Dan setiap beberapa putaran lure disentak lalu digulung lagi. Cara tersebut dilakukan agar umpan tersebut bergerak menyerupai umpan ikan alami yang sedang kesakitan, sehingga ikan pemangsa akan menjadikan popper tersebut sebagai mangsa. Tehnik ini lebih banyak dilakukan dilaut, dengan target utamanya seperti GT atau juga Quek gerong.
Dan diindonesia sendiri untuk tehnik ini cukup digandrungi untuk kalangan menengah keatas.

6.SURF CASTING 

 Tehnik ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran ukuran 350cm sampai 450cm dan biasanya terdiri dari 3 sambungan yang harus disambung jadi satu. Joran ini hampir seperti joran spinning atau joran popping namun lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang cukup besar, biasanya model spinning kelas 5.000 sampai 8.000 keatas. Walau tehnik dasarnya menyerupai tehnik casting, yaitu melemparkan umpan sejauh-jauhnya tetapi dalam surf casting ini umpan dibiarkan menarat selayaknya memancing dasaran. Oleh karena itu, rangkaian pada surf casting ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan umpan agar tidak bergerak kesana kemari terbawa ombak.
  Umpan yg digunakan juga bukan umpan buatan, tetapi menggunakan umpan seperti ikan-ikan kecil, cacing laut, udang dll. Dan tehnik ini akan bekerja efektif jika dilakukan diwaktu- waktu tertentu seperti saat air pasang, karena saat itulah ikan mendekati pantai untuk mencari makan.

7.JIGGING
   Jigging bukanlah tehnik baru, diperkirakan nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba memancing ikan dengan umpan buatan yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang diterjunkan kedalam laut kemudian ditarik keatas. Jigging biasanya dilakukan dispot laut yang terdiri dari terumbu karang dengan kedalaman antara 50 sampai 100M.
Lure yg digunakan adalah metal jig (lure yang terbuat dari bahan metal) yang digunakan biasnya adalah yang memiliki berat minimal 100 gram agar terjun dengan cepat kedasar laut.

  Bahkan beberapa pemancing menggunakan metal jig dengan berat 250 sampai 400 gram tergantung ikan yg menjadi sasaran. Memancing dengan tehnik jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari tehnik popping dan casting. Joran yang digunakan lebih kaku dan pendek, yaitu antara 150 cm sampai dengan 200cm. Joran untuk jigging biasa menggunakan joran khusus sepeeti joran trolling namun ukurannya lebih kecil dan memiliki 2 sambungan yang sambungannya berada pada pangkal joran (butt).
Rellnya juga harus lebih kuat dari pada reel untuk popping walau dasarnya bisa ditukar tukar.

8.MANCING GARONG
  Tehnik ini lebih dikenal dengan sebutan "ngegarong" karena menggunakan kail yang memiliki 6 mata kail, berbentuk seperti matahari disebut dengan pancing "GARONG". Hal yang paling unik dari tehnik ini adalah sering kali ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing menyangkut dimulutnya, namun karena mata kail menyangkut pada ingsang ataupun pada bagian tubuh lain si ikan.
Mancing garong ini biasa lebih sering menggunakan joran tegek atau joran polos tanta reel seet dan guard ring. Panjangnya antara 4 sampai 6 meter. Memancing menggunakan tehnik ini harus menggunakan pelampung kayu yang berbentuk seperti piring terbang. Jarak antara pelampung dengan mata kail berkisar antara 50cm sampai 100cm. Sedangkan panjang senar dari ujung joran sampai mata kail kisaran antara 2meter hingga 3meter.

Memancing dengan tehnik ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak terdapat di batu pinggir pantai, bahkan ada pula yang menggunakan nasi ataupun kue. Umpan tersebut tidak dikaitkan dengan mata kail, namun diikankan disenar dengan jarak antara 2 sampai 3cm dari mata kail. Target utama adalah ikan barongan, ikan kakak tua, dan terkadang juga ikan botana. Tehnik ini sangat murah tetapi cukup unik, eksentrik dan juga cukup sulit dilakukan. Jika dari pembaca ingin mencobanya bisa dilakukan.

9.ROCK FISHING

  
 Tehnik ini dinamakan rock fishing dikarenakan dilakukan diatas batu karang (rock) atau diatas bukit dipinggir laut yang curam. Oleh karena itu, tehnik ini butih stamina yang benar-benar fit dan kuat karena sebelum memancing biasanya pemancing berusaha mendaki bukit yang curam untuk mendapatkan spot yang bagus. Biasanya spot terletak diatas batu karang yang tinginya dari 2m sampai 20m dari permukaan laut. Dan tehnik ini memiliki banyak resiko, jika karang terlalu rendah sewaktu air pasang bisa jadi pemancing terjebak dikarenakan terputus dengan daratan dan jika spot terlalu tinggi pemancing beresiko terjatuh kedalam laut.


Sedangkan untuk piranti, tehnik ini hampir sama dengan surf casting yang membedakannya hanya perlu membawa pendamping atau pengalaman yg cukup.





10.FLY FISHING


     
Tehnik satu ini adalah tehnik paling unik dalam memancing.yang dikembangkan oleh bangsawan dari inggris. Namun, ada yang menyebutkan bahwa tehnik fly fishing ini sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada jaman romawi kuno yang menyatakan memancing dengan artificial fly.

Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan lure berbentuk fly (serangga). Lure flies ini biasa terbuat dari lilitan benang khusus yang dibuat menyerupai serangga - serangga kecil. Tehnik fly fishing menggunakan piranti khusus, baik itu reel, joran, maupun senar, hingga backingline. 

Demikianlah beberapa macam tehnik memancing pada umumnya yg sering digunakan para pemancing, baik itu pemancing pemula maupun yg sudah profesional.

Jenis -jenis lebah madu