Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Desember 2019

Jenis- jenis Ikan Lele

Ikan lele memiliki nama latin Clarias Sp, terkenal dengan tubuhnya yang licin tidak bersisik dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.



Jenis dari ikan lele cukup banyak, tapi tidak semuany bisa dikonsumsi.
Biasanya jenis yang dibudidaya untuk dikonsumsi adalah yang punya sifat unggul, misalnya tahan terhadap penyakit dan pertumbuhan yang cepat.

Selain itu juga punya kemampuan untuk tinggal di lingkungan dengan kepadatan yang tinggi dan kondisi air yang minim.
Di Indonesia ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di masyarakat, setiap jenis punya keunggulan dan kekurangan.
Kita akan membahas beberapa di antaranya yang populer, sehingga bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih bibit lele yang akan dibudidaya.


Macam-macam varietas ikan lele yang dapat di budidaya di indonesia

1. Dumbo

Lele Dumbo

Lele Dumbo atau Clarias Gariepenus, berasal dari Taiwan kemudian didatangkan ke Indonesia pada tahun 1985-1986.

Lele Dumbo adalah hasil persilangan antara lele lokal Afrika (Clarias Mosambicus) dengan lele lokal Taiwan (Clarias Fuscus).

Ukuran lele dumbo jauh lebih besar mencapai 2 kali lipat dari lele lokal. Ukuran lele dumbo lebih pendek dan tumpul, sedangkan sungutnya relatif lebih panjang dibandingkan lele lokal.
Lele dumbo juga punya warna hitam kehijauan dan saat dia terkejut atau stres, kulitnya akan berubah menjadi bercak hitam atau putih.
Lele dumbo punya patil tetapi tidak terlalu beracun. Banyak peternak lele lebih memilih lele dumbo dikarenakan tumbuhnya lebih cepat dan besar dengan jumlah telur yang banyak, lebih tahan penyakit, mudah beradaptasi dan lebih mudah pembudidayaannya dibandingkan dengan lele lokal.
Meskipun begitu, benih yang dihasilkan lele dumbo ukurannya tidak sama, akibatnya pertumbuhannya juga berbeda–beda, sehingga membuat waktu panen mundur dan kebutuhan pakan lebih banyak.
Lele dumbo juga cocok untuk dipelihara dikolam tanah karena tidak punya kebiasaan membuat lubang.

Baca juga; Pakan Alternatif Ikan Lele
Tapi dari segi rasa, daging lele dumbo lebih lebih lembek sehingga orang lebih menyukai daging ikan lele lokal yang dirasa lebih enak.
2. Ikan Lele Lokal
Ikan lele lokal atau lele kampung memiliki nama latin Clarias Batrachus, adalah jenis lele yang dikenal luas oleh masyarakat.
Sebelum ada lele dumbo, para peternak biasanya membudidayakan ikan lele ini yang disebut juga ikan jawa.
Tetapi sekarang ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal yang dipandang kurang menguntungkan karena pertumbuhannya yang terbilang sangat lambat.
Ada tiga jenis lele lokal yang ada di Indonesia, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah.
Lele hitam adalah yang paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi, sedangkan lele putih dan merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias.
Lele lokal juga punya patil yang tajam dan berbisa, terutama pada lele mudanya. Apabila menyengat, racunnya bisa membunuh mangsa dan bagi manusia bisa membuat bengkak dan demam.
Lele ini juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai walking catfish, karena memang mampu ‘berjalan’ didaratan, terutama untuk berpindah mencari tempat yang lebih banyak airnya.
Lele ini menyukai perairan yang tenang dan berlumpur, seperti dirawa, kolam, saluran-saluran air atau disekitar anak-anak sungai.

3. Lele Phyton



Ikan lele phyton ditemukan oleh para peternak lele di Kabupaten Pandeglang, Banten pada tahun 2004. Ikan lele phyton merupakan hasil dari persilangan induk betina lele eks Thailand F2 dengan induk jantan lele lokal atau lele dumbo F6.

Ikan lele phyton tahan cuaca dingin dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih dari 90%.

Pada awalnya proyek ikan lele phyton dilakukan untuk menjawab keluhan para peternak lele di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang yang sering mengalami kerugian karena benih lele dumbo tidak cocok dibudidayakan di Desa Banyumundu yang beriklim dingin, dimana malam harinya suhu berkisar 17 C.
Selama lebih dari 2 tahun percobaan akhirnya ditemukanlah lele phyton. Kualitas lele phyton ini juga diakui oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.
Sesuai dengan namanya, bentuk kepala seperti ular phyton yang pipih memanjang, mulut kecil dan warna menyerupai ular phyton.
Ciri lainnya adalah punuk dibelakang kepala, ekor bulat dan sungut yang lebih panjang dibanding lele dumbo.
Selain tahan dingin, pertumbuhannya juga cepat dan seragam serta tahan penyakit. Lele phyton punya gerakan lebih lincah dari lele dumbo dan rasa dagingnya lebih gurih juga tidak lembek, lebih mendekati rasa daging lele lokal.
Bisa dikatakan lele phyton punya semua keunggulan yang dimiliki lele dumbo dan lele sangkuriang, tetapi kelemahannya adalah bobotnya yang lebih ringan dikarenakan bentuk tubuhnya yang ramping dan memanjang.

4. Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang adalah hasil persilangan dari lele dumbo jantan F6 dengan induknya sendiri lele betina dumbo F2.

Dari hasil perkawinan ini ternyata didapatkan sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur yang tinggi hingga 40–60 ribu butir per sekali pemijahan.

Lele Sangkuriang juga lebih tahan penyakit, dapat dipelihara dalam kondisi air yang minim dan kualitas daging yang lebih baik.

Secara fisik, lele sangkuriang hampir sama dengan lele Dumbo, tetapi mulutnya lebih lonjong, matanya lebih kecil, bentuk badannya lebih bulat, dan warnanya abu-abu.
Selain jumlah telurnya yang banyak, daya tetas telurnya pun tinggi, dan ukuran benih yang dihasilkan cukup merata. Ukuran tubuhnya lebih besar dibanding lele dumbo dan lele phyton.
Tetapi kelemahannya, tidak bisa membenihkan dari indukannya karena kualitasnya bisa menurun.
Jadi pembenihan harus dilakukan dengan persilangan balik. Jenis ini bisa dibudidayakan optimal pada udara sejuk tapi benihnya kurang bisa bertahan di daerah panas.
Untuk menyiasatinya, usahakan kolam tidak terlalu panas atau diberi pelindung, baik atap atau tanaman air sekitar 50% dari permukaan kolam.

5. Lele Masamo


Lele masamo merupakan hasil pengumpulan sifat dari berbagai plasma nutfah lele antara lain lele dumbo dan Clarias Macrocephalus atau Bighead Catfish. 

Hasil dari percobaan tersebut menghasilkan ikan lele masamo yang memiliki sejumlah keunggulan yaitu: bertubuh besar, rakus makan tapi tetap efisien, tingkat keseragaman tinggi, tidak mudah stres, tahan penyakit, sifat kanibal rendah dan produktivitas telur yang tinggi.

Kepala ikan ini lebih lonjong agak runcing, sirip atau patilnya lebih tajam, badan lebih panjang dan warnanya kehitaman.
Tetapi saat stres, muncul warna keputihan atau keabu-abuan. Lele masamo juga punya bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya dan ada tonjolan di tengkuk kepala.
Pada induk, tonjolan di tengkuk kepala lebih terlihat jelas. Mengingat ciri lele masamo sangat berbeda dengan jenis lele lain, sehingga jenis ini tidak mungkin dipalsukan.
Tetapi saat masih benih, sulit membedakannya dengan benih lele jenis lainnya, tetapi biasanya benih lele masamo lebih agresif dan nafsu makannya lebih kuat, sehingga jika manajemen pakan kurang bisa mengakibatkan kanibalisme.

6. Lele Mutiara

Ikan lele mutiara adalah hasil dari persilangan ikan lele dumbo, lele mesir, lele phyton dan lele sangkuriang.
Percobaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2010 diBalai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Subang, Jawa Barat dan diresmikan pada 27 Oktober 2014.
Ikan lele mutiara punya banyak keunggulan seperti laju pertumbuhannya yang tinggi sekitar 40% sehingga waktu pemeliharaannya pun lebih singkat.
Bibit yang berukuran 5-7 cm dapat dipanen dalam waktu 2 bulan bahkan kurang, dengan ukuran panen 6-9 ekor per kg dan keseragaman ukurannya yang mencapai 80%.
Keunggulan lainnya adalah irit dalam penggunaan pakan dan lebih tahan terhadap serangan penyakit, ini dibuktikan dengan merendamnya didalam bakteri aeromonas sp selama 60 jam dan hanya 30% ikan saja yang mati.

7. Limbat/Lembat


Ikan lele Limbat memiliki nama latin Clarias Nieuhofii ikan lele liar yang penyebarannya luas di Asia Tenggara.

Berhabitat di rawa dan sungai kecil, biasanya jarang dibudidaya tapi sering juga di konsumsi dengan dilakukan penangkapan secara tradisional di alam.

Ciri fisiknya, punya tubuh yang panjang dan berwarna kekuningan atau abu-abu. Bagian tubuh atasnya gelap kehitaman dan keputihan di sebelah bawah kepala dan tubuhnya.
Terdapat deret vertikal bintik-bintik keputihan atau kekuningan di bagian punggung.
Ikan lele limbat juga punya banyak jenis diantaranya adalah limbat hitam dan limbat sentarum.
Ikan limbat biasa dikonsumsi dengan cara di asap dan di sebut ikan salai atau ikan asap limbat dengan rasa yang gurih dan nikmat.

8. Lele Broadhead


Ikan lele Broadhead atau Clarias Macrocephalus adalah lele asli Asia Tenggara dan sering di konsumsi di Thailand.

Di Thailand ikan lele ini dan walking catfish atau Clarias batrachus sering dijadikan makanan yang dikenal sebagai Pla Duk, sejenis makanan murah yang ditawarkan dipinggir jalan dengan cara dipanggang atau digoreng.

Lele Broadhead punya sirip punggung yang besar dan tubuh yang pendek dan agak bulat hampir mirip dengan lele lokal atau lele kampung di Indonesia.
Lele Broadhead berwarna hitam dan punya bintik-bintik putih di sisi tubuhnya. Sebagai jenis ikan iklim tropis, maka banyak ditemukan di China, Filipina, Guam, Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Ikan ini lebih suka tinggal di rawa-rawa, kanal, sawah, genangan dan sungai. Ikan ini juga hampir punah karena sering dikawinsilangkan, sehingga jenis aslinya sulit ditemukan.
Sebagai jenis ikan yang bersifat karnivora, lele broadfish memakan serangga air, udang muda dan ikan kecil. 
Tetapi, ikan itu bisa juga makan bekatul, tepung ikan dan pelet. Ikan ini dibudidayakan dalam skala kecil saja, dikarenakan pertumbuhannya yang lambat.
Tapi di Thailand ikan ini lebih di sukai dari segi rasa dan gizinya yang lebih baik di banding dengan walking catfish atau lele jawa (Clarias Batrachus).

9. Lele gua emas


Lele ini merupakan lele yang cukup langka dan cenderung bisa jadi akan punah karena populasinya yang tahun demi tahun selalu berkurang.

Kenapa disebut dengan lele gua? Karena lele ini benar sering ditemukan di Gua, Gua ini dikenal sebagai gua Aigamas wilayah OtjozondjupaNamibia. Panjang standar hingga 16,1 cm (Mereka mungkin tertutup kulit dan bisa dipastikan mereka buta.

Banyak orang bilang bahwa populasi mereka hanya sekitar 200 – 400 ekor, banyak ilmuan masih tidak mengerti bagaimana cara membantu pengembangbiakan mereka.

5 Cara Budidaya Lele Dengan Kolam Terpal

Bagai Mana Si Cara Budidaya Lele?  kini tak harus dilalukan di kolam tanah. Ada cara efektif mengembangbiakkan lele dengan cara mudah, menggunakan terpal. Begini caranya!

Ikan lele menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang dijual dengan harga terjangkau. Meskipun begitu, lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dalam 100 gram ikan lele mengandung 240 Kkal, 14,5 gram lemak, 8,5 gram karbohidrat, dan 17,5 gram protein.


Selain gizinya tinggi, ikan lele juga mudah dibudidayakan di rumah. Berikut beberapa cara budidaya lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh pemula:


1. Siapkan Media Kolam

Budidaya ikan lele kolam terpal bisa dilakukan di rumah. Terpal jadi media yang paling mudah didapatkan. Berikut cara untuk menyiapkan terpal sebagai kolam ikan lele:

- Pastikan kolam terpal sudah dibersihkan terlebih dulu dengan sabun dan bilas sampai bersih dan keringkan

-Bentangkan terpal hingga berbentuk menyerupai kolam. Supaya bisa berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi atau buat kolam dengan susunan batako yang dilapisi terpal

- Isi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm

- Diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton. Setelah itu tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm

- Setelah air siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya dan singkong untuk mengurangi bau air kolam.

2. Pilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit ikan lele tak boleh asal. Pilih bibit lele unggul yang sehat dan lebih besar. Bibit lele yang unggul biasanya gerakannya lebih agresif dan gesit saat diberi makan dan warna sedikit lebih terang.

Baca Juga: Jenis -jenis Ikan Lele

3. Penebaran Bibit

Sebelum mulai menebar bibit, Anda memisahkan ikan lele ukuran besar dan kecil. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal.

Yang harus diperhatikan dalam cara budidaya ikan lele adalah jangan menebar bibit secara bersamaan. Ini akan membuat ikan stres dan menyebabkan kematian.

Sebaiknya gunakan ember dan masukkan sebagai ember berisi bibit lele ke dalam kolam. Diamkan hingga 30 menit dan biarkan ikan lele keluar dan ember menuju kolam. Waktu penebaran yang baik adalah pagi dan malam hari.

4. Pemeliharaan Ikan Lele

Dalam budidaya ikan lele, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah ikan lele berumur kurang lebih 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan lele yang besar dan kecil dalam kolam berbeda.

Kualitas air kolam yang bagus untuk lele adalah hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen.

Keadaan kolam juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal.

Ikan lele harus diberi pakan tiga kali sehari yaitu jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Jenis pakannya sentrat 781-1.

5. Panen Ikan Lele

Anda bisa memanen ikan lele jika sudah berusia kurang lebih 90 hari dari masa tebar bibit. Pastikan pengambilan ikan lele dengan sarung tangan. Anda juga bisa menggunakan jaring ataupun serokan besar.

Budidaya ikan lele sistem bioflok juga bisa jadi alternatif. Sistem bioflok ini merupakan kolam berbentuk bulat dengan lapisan terpal yang dilengkapi dengan pipa pembuangan kotoran yang memudahkan pengurasan kolam. Kolam ikan lele pun terbebas dari bau.

Cara Membuat Umpan Jitu Yang Ekonomis

Halo, apa kabar semua para mancing mania, kali ini Lingsang Fishing akan berbagi Cara membuat umpan yang ekonomis untuk memancing ekan wader / Benter.

Seperti yang kita ketahui, ikan wader atau benter ini mudah sekali kita jumpai saat memancing. Baik di sungai, parit sawah, rawa dan hampir disemua tempat..
Kalau ditempat sahabat Lingsang sendiri ikan ini apa namanya ea?! Heheheh....
Jangan lupa tinggalin komennya ea.

Seperti apa si, bahan maupun cara pembuatannya umpan untuk ikan wader ini?
Sudah penasaran ea?
Sebelum kita lanjut kepembahan intinya,
Jangan lupa.

Baca juga:

Bahan - bahan yg diperlukan cukup mudah, 
  1. 1 siung bawang putih
  2. Roti malkis
  3. 1 butir telur
Dan untuk pembuatannya,
  • Hancurkan roti malkis bersama dengan bawang putih, sampai halus
  • Pisahkan kuning telur dengan putih telur
  • Lalu, campurkan roti malkis dan bawang putih yang sudah halus tadi dengan kuning telur
  • Aduk terus hingga kuning telur dan roti malkis tercampur dengan sempurnya.
Cara pemakaiannya pun simpel, umpan yang sudah jadi tadi masukan kedalam plastik kecil dan diberi lubang ujungnya agar dapat digunakan saat memancing.
Untuk video cara pembuatannya sobat lingsang dapat lihat video dibawah ini:
Selamat mencoba, semoga bermanfaat...
Dan untuk sobat mancing sekalian jika punya trik atau cara yg menurut sobat sekalian cukup bagus dan patut dicoba bisa email dan berbagi...
Agar kita para angler semakin berkembang...

See you...  🙂
loading...

6 headset gaming terbaik

Halo, sobat Lingsang. Dikesempatan kali ini, kita akan bahas dunia games.... 
Mungkin sedikit nyeleneh, dari pembahasan memancing lari ke dunia games. Dan tidak sedikit dari orang- orang yang hobi memancing juga hobi dalam dunia games. Seperti apa ulasannya...
Tetap lanjut baca sampai habis ea...
Apakah Anda pernah berandai-andai bermain di dalam salah satu tim esports terbaik di dunia? Membayangkan diri Anda berada di dalam Team Liquid, Invictus, MVP, hingga NaVi alias Natus Vincere mungkin akan terasa menyenangkan.
loading...
Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah Anda akan terus berkhayal? Atau Anda bisa memilih untuk segera merogoh kocek Anda dan memberi peralatan gaming yang mumpuni.
Berbicara mengenai peralatan gaming yang mumpuni, Anda perlu tahu bahwa dalam bermain game bukan hanya sekadar dapur pacu komputer, layar, keyboard, atau pun mouse saja yang perlu diberikan perhatian khusus. Kami menyarankan bagi Anda, terutama yang baru mulai bermain game untuk membeli peralatan audio yang memang diciptakan khusus untuk bermain game.
Lalu bagi Anda yang baru mulai gaming, kami memberikan beberapa tips untuk memandu Anda dalam memiilh headset untuk bermain game.
Pertama-tama Anda harus memilih berdasarkan platform Anda, terutama para pemain konsol, karena tidak semua headset kompatibel dengan semua konsol. Kemudian Anda bisa memilih apakah ingin headset yang nirkabel ataupun dengan kabel, dengan mikrofon ataupun tanpa mikrofon. Terakhir barulah Anda bisa mencocokkan headset yang Anda ingin beli dengan budget yang Anda miliki.
Bagi Anda yang baru bermain game, kami sudah mencoba merangkum beberapa headset gaming terbaik yang dapat Anda beli di 2019 ini!
Baca juga;

1. Steel Series Siberia 200

Tampilan: Wired jack 3.5 mm Fitur: Retractable microphone, driver units 50 mm, kontrol volume terintegrasi di kabel, mikrofon unidireksional | Harga : Rp. 950.000,- (sewaktu-waktu bisa berubah)
(+) Bahan pembuatan berkualitas, isolasi suara baik, bentuk ciamik, suara detil
(-) Suara bass tidak terlalu baik
Headset ini merupakan salah satu headset dari kelas entry level terbaik yang diciptakan oleh Steel Series. Kami menyarankan Anda yang tergolong pemula dalam bermain game, namun ingin mencoba masuk ke dunia yang lebih serius, ditambah memiliki budget yang relatif terbatas, untuk membeli Steel Series Siberia 200 ini.
Headset ini diciptakan dengan mikrofon yang dapat ditarik dan dimasukkan, dan juga dikeluarkan special dalam beberapa warna.
Dengan berat sebesar 250 gram dan dilengkapi sungkup kuping kulit yang nyaman, Steel Series Siberia 200 juga dibekali kabel sepanjang 1,8 meter yang dapat tersambung secara otomatis setelah Anda menghubungkannya dengan komputer, Mac, hingga PS4 Anda.
Kekurangan dari headset ini adalah suara bass nya yang menurut kami kurang menonjol dibandingkan suara di frekuensi lainnya. Namun bagi kami headset ini dapat digolongkan sebagai headset gaming terbaik dengan harga yang termasuk cukup murah dan sangat layak untuk dibeli.

2. Asus ROG Centurion 7.1

Tampilan: Wired (USB) | Fitur: 10-driver 7.1 surround sound, amplifier dual USB, kompatibilitas piranti lunak Sonic, passthrough HDMI, amplifier dengan profil audio dan kontrol volume, mikrofon unidireksional | Harga: Rp. 3.500.000,- (sewaktu-waktu bisa berubah)
(+) Suara spasial berkualitas, speaker passthrough
(-) Hanya bisa digunakan dengan amp-nya, berat dan terlalu bulky
Jika Anda memiliki komputer yang kuat menjalankan game pc dengan grafik terbaik sekalipun, apa rela main dengan headset murahan? Asus yang tidak ketinggalan dengan ROG nya juga terang-terangan ikut di dalam peperangan headset gaming terbaik ini.
Dengan Centurion 7.1 nya Asus berhasil membawa kesan yang sangar sesuai dengan perangkat-perangkat lainnya yang juga diberikan tajuk ROG.
Bukan hanya memiliki tampang yang sangar, tapi Centurion 7.1 berhasil memukau kami dengan suaranya yang crystal clear. Selain itu headset ini sudah dilengkapi dengan teknologi passthrough surround sond untuk speaker eksternal, serta kontrol amp onboard sehingga Anda memiliki kendali penuh terhadap headset gaming terbaik ini.
Hanya saja menurut kami harga headset ini cukup mahal dibandingkan dengan lawan-lawannya. Namun dengan kualitas yang diberikannya tetap saja menurut kami headset ini layak untuk Anda miliki.

3. Razer Man O War

Tampilan: Nirkabel | Fitur: Software-based 7.1 surround sound, kontrol yang ditempelkan di earcup, RGB Chroma, jarak 14 m dengan ekstender dan 12 tanpa ekstender | Harga: Rp. 1.600.000,- (sewaktu-waktu bisa berubah)
(+) Surround sound yang berkualitas, mudah diset up, RGB
(-) Agak bulky, tidak memiliki pilihan wired
Headset ini merupakan satu-satunya headset milik Razer yang dibuat nirkabel. Selain itu kelebihan dari headset ini adalah kemampuan baterainya yang luar biasa yakni mencapai 14 jam jika digunakkan terus menerus bahkan dengan kemampuan surround sound virtual 7.1 nya. Selain itu headset ini diciptakan dengan jutaan pilihan warna berkat sistem warna Razer’s chroma.
Headset gaming terbaik ini juga diciptakan dengan mikrofon yang bisa ditarik (retractable microphone), namun tidak dapat digunakan untuk Xbox One karena tidak bisa disambungkan dengan adapter. Headset ini diciptakan oleh Razer bagi para pengguna PC dan PS4.
Alasan kami merekomendasikan headset ini untuk Anda adalah karena menurut kami headset ini termasuk user-friendly, dengan tampilan RGB ciamik, serta kualitas suara yang mumpuni namun dibekali dengan harga yang relatif murah dibandingkan beberapa lawannya. Sehingga masih cocok bersanding bersama headset gaming terbaik lainnya.

4. HyperX Cloud Alpha

Tampilan: Wired jack 3.5 mm Fitur: audio dual chamber, kabel dan mikrofon yang dapat dilepas | Harga: Rp. 1.200.000,-
(+) Tampilan yang lebih baik dari sebelumnya, nyaman di kuping jika dipakai dalam waktu lama, mid-tones tegas dan bass yang sangat berkarakter dan “kuat”
(-) Suara low agak berantakan
Headset ini jelas cocok diciptakan bagi Anda yang merupakan fans berat esports namun memiliki budget yang terbatas. Tanpa mengorbankan kenyamanan, HyperxCloud memiliki beberapa opsi kustomisasi.
Rahasia kenyamanan yang dimiliki oleh headset ini adalah berkan padded memory foam ear cushion yang dapat menyesuaikan dengan telinga Anda. Selain itu beratnya pun relatif ringan yakni 320 gram. Tidak kurang kemampuan kabel dan mikrofon yang bisa ditarik.
Dari segi suara menurut kami mid-range tone yang dimiliki oleh headset gaming terbaik milik HyperX ini sangatlah luar biasa. Selain itu suara bass yang dimiliki oleh headset ini pun sangat kuat. Beberapa reviewer dari luar negeri semisal techradar bahkan mengatakan headset ini cocok untuk mendengarkan lagu-lagu milik Skrillex.
Jadi tunggu apa lagi? Menurut kami dengan karakter yang dimiliki oleh headset ini, headset ini layak dibeli terutama bagi anda yang hobi bermain permainan dari genre first person shooter.

5. Turtle Beach Elite Pro

Tampilan: nirkabel atau wired jack 3.5 mm | Fitur: jack upstream dan downstream 3.5 mm, driver 50 mm, bantalan telinga dengan memory foam, sistem glasses relief, kontrol audio turnamen opsional disertai mikrofon standard | Harga: Rp. 3.500.000,- (sewaktu-waktu bisa berubah)
(+) Nyaman digunakan di telinga, kontrol audio taktis
(-) Tidak dibekali surround sound, mahal
Dengan harga yang cukup mahal, atau malah sangat mahal bagi beberapa orang, sudah seharusnya headset ini dikeluarkan dengan kualitas suara yang mumpuni. Nah sebenarnya bagi Anda yang sudah cukup lama bermain game pasti sering mendengan merk headset ini.
Turtle Beach merupakan merk yang cukup ternama dan sudah sering melanglang buana di dunia esports profesional. Headset ini diciptakan untuk PC, PS4, hingga Xbox One (dengan adapter).
Selain itu suara yang dihasilkan oleh headset ini pun tidak perlu ditanyakan, nyaris cocok digunakan untuk bermain berbagai jenis game. Dengan berat 390 gram, menurut kami headset ini tetap nyaman digunakan berkat memory foam yang dimilikinya.
Nah tapi mengingat harganya yang cukup mahal, kami hanya merekomendasikan headset gaming terbaik ini untuk dibeli bagi Anda yang memang yakin ingin “memanjakan” telinga Anda, atau bagi Anda yang memang memiliki kelebihan uang.

6. Astro A50 Wireless

Tampilan: Nirkabel | Fitur: Dolby digital 7.1 surround sound, dapat digunakan di berbagai macam konsol (PS4, Xbox One, Xbox 360, PS3, mobile) hingga PC, audio Astro, 5.8 GHz wireless tech with MixAmp, mikrofon uni-direksional 6.0 mm dengan noise cancelling, dudukan untuk charging dengan USB | Harga: Rp. 7.000.000,-
(+) Dibekali Dolby 7.1 surround sound, paling nyaman digunakan dibanding lawan-lawannya, fitur berlimpah
(-) Mahal
Tidak perlu banyak ulasan yang harus Anda baca jika anda memang tertarik untuk membeli headset gaming terbaik premium ini. Saran kami, jika Anda tertarik, memiliki budget yang cukup, silahkan Anda membeli headset ini. Dengan performa super, usia baterai hingga 15 jam pemakaian terus menerus, serta dibekali docking station.
Selain itu tampaknya Astro memang sengaja mengeluarkan headset gaming ini dapat digunakan dalam berbagai macam platform karena ingin menampilkan kesan “sengaja diciptakan untuk beramain game”.

Itulah 6 headset gaming yang bisa kami rekomendasikan, dan jngan lupa tinggalkan komen atau saran dari sobat jika ada yang perlu diulas oleh kami...

Jenis -jenis lebah madu