Senin, 13 September 2021

Jenis -jenis lebah madu

Halo, sahabat pembaca semunya...
Sebelumnya mimin sudah membagikan cara awal budidaya lebah madu. Dan pada kesempatan kalli ini mimin akan membagikan jenis jenis lebah madu yang ada dan yang dapat dibudidayakan.

1.Apis dorsata

  Jenis lebah satu ini penyebarannya cukup luas, dan salah satunya Indonesia. Lebah jenis apis dorsata ini adalah jenis apis terbesar yang ada.
Dan dimasing-masing daerahnya memiliki namanya sendiri,
Didaerah jawa lebah ini dikenal dengan tawon enggung.
Apis dorsata
Untuk ukurannya sendiri kurang lebih sebesar tawon vespa/ tawon ndas.
Dan perilaku lebah satu ini cukup agesif.
Dan bentuk sarang dari lebah ini hanya tunggal, yang sering berada didahan pohon besar, atau tebing -tebing.
Untuk hasil madunya bisa mencapai 30kg/ sarangnya.
Dan hingga kini untuk jenis lebah ini belum ada yang bisa membudidayakan karna sifatnya yang cukup agresif.

2.Apis melifera

    Sesuai dengan sebutannya, apis melifera/ lebahh eropa ini bukan asli indonesia. Melaikan dibawa oleh orang- orang eropa dan diperkenalkan diIndonesia.
Apis melifera/ lebah Eropa
 
Ciri fisik apis melifera ini hampir sama dengan apis cerana sahabat yang membedakannya dari ukuran lebah pekerja lebih besar dari apis cerana, dan warna bulu halus yang berwarna lebih 
orange.


Lebah satu ini juga lebih jinak dan sifatnya yang tidak mudah kabur tidak seperti apis cerana / lebah lokal.

3.Apis cerana

   Apis cerana atau lebah lokal adalah lebah yang cukup mudah ditemui, lebah ini bisa ditemukan dicelah bebatuan, lubang pohon,sarang rayap, dan atap rumah.
Ciri fisik lebah ini hampir sama dengan apis melifera, hanya saja untuk ukuran lebah pekerjanya sedikin lebih kecil dari apis melifera dan corak hitamnya sedikit lebih tebal.
Dan lebah satu ini sedikit lebih agresif dan lebih mudah kabur jika lokasi membudidayanya kuran tepat.
Apis cerana
Membutuhkan penanganan khusus untuk awal pemindahan lebah satu ini dari alam sahabat, agar mau menempati kotak budidaya kita sahabat.

4. Apis florea

    Apis florae atau nama lainnya lebah kerdil adalah salah satu genus apis dimana ukuran lebahnya lebih kecil dari apis cerana dan hanya memilihi satu sisiran sarang.
Lebah jenis ini lebih sering ditemukan disemak semak belukar, dikarnakan bentuk sarangnya yang cukup unik.
Sarang apis florea

Apis florea


Lebah yang satu inipun sejauh ini belum ada yang dapat membudidayakan selain itujuga untuk produksi madunya lebih sedikit dari apis cerana dikarenakan satu koloninya hanya membuat satu sisiran.

5. Trigona

   Berikutnya jenis lebah yang sekarang palling banyak dibudidayakan yaitu jenis trigona /kelanceng/ kelulut.
Dan jenis lebah ini memiliki banyak jenis sahabatku.
Dan untung penanganan atau pemeliharaannya relatif lebih mudah dikarenakan untuk jenis ini sang ratu jika sudah bertelur tidah dapat terbang dikarenakan ukuran sayap lebih kecil dibandingkan badannya.
Trigona levicep



Untuk lebah jenis ini yang perlu sahabat sekalian perhatikan selain dari vegetasi bunga, sahabat juga musti menyiapkan vegetasi yang menghasilkan resin/ getah.
   Seperti, mangga, nangka, duren, damar, dan masih banyak lagi.
Dan lebah satu ini memiliki madu dengan cirikhas masing- masing jenisnya, ada yang manis asam, dan juga mannis dengan aroma khas.
Dan untuk jenis yang paling banyak dibudidaya yaitu;
Itama, levicep, thorasica dan masiih banyak lagi.

Cara awal budidaya lebah

Asalamualaikum wr.wb
Apa kabar sahabat pembaca semuanya, lama ni mimin enggak share.
Pada kesempatan kali ini mimin akan membagikan cara dan tahapan awal dalam budidaya lebah.

Seperti yang diketahui, saat ini cukup sulit mencari madu yang benar- benar asli dan murni.
Apalagi untuk daerah perkotaan, cukup banyak sekali beredar madu ASPAL ( asli tapi palsu).

Jadi, untuk langkah awal budidaya lebah madu. Sahabat musti menentukan beberapa hal, yaitu;
1. Lokasi budidaya
2. Vegetasi ( tanaman )
3. Jenis lebah.

Lokasi

Jadi langkah awal sahabat pembaca sekalian yang harus ditentukan adalah dimana lokasi yang akan sahabat lakukan untuk budidaya.
Dan budidaya lebah sendiri tidak harus berada dilahan yang luas sahabat di lokasi perumahan pun bisa hanya saja dengan jumlah kaloni yang terbatas.
Dikarenakan pasti untuk lokasi perumahan pun tidak dapat banyak menampung vegetasi (tanaman) yang diperlukan untuk silebah itu sendiri.

Vegetasi

Dan untuk vegetasi pun beragam sahabat, tergantung jenis lebah yang sahabat budidayakan.
Dan untuk vegetasi sendiri ada beberapa tanaman yang mimin rekomendasikan isahabat,

1. Bunga santos lemon

Bunga santos lemon


Bunga ini mimin rekomendasi dikarenakan bunga yang satu ini cukup rutin berbunga dan untuk kandungan nektarnya cukup melimpah.
Selain itu juga, untuk polen dari bunga ini pun ada ,,,,
Bunga ini pun bagus untuk ditanam dihalaman rumah karena warnaya yang cukup cantik dan bergerombol.

2.AMP (Air mata pengantin)

  Berikutnya tanaman yang mimin rekomendasi yaitu bunga air mata pengantin sahabat sekalian.

Air Mata Pengantin
Bunga yang satu ini adalah salah satu bunga tanpa mengenal musim dan cukup mudah dalam pemeliharaannya.
Selain itu juga tanaman yg satu ini merambat dan dapat diaplikasikan dipagar rumah.

3.porana volubis

Tanaman satu ini juga menjulur, tetapi berbeda dengan amp ddimana tanaman ini tidak memiliki sulur untuk berpegangan pada media yang ada. 
Selain itu bunga yang satu inipun cukup indah saat berbunga dengan warna bunganya yang putih menggerombol, yang dapat memperindah pekarangan yang ada lebah pun suka akan bunga yang satu.
Porana volubis


Selain itu masih banyak lagi tanaman vegetasi yang bisa ditanam untuk mendukung produksi madu dari silebah.

Dan berikutnya untuk jenis -jenis lebah yang umum dibudidaya; kunjungi link berikut ini ya sahabat; 

Senin, 27 April 2020

Cara pemindahan lebah madu

Asalamualakum wr.wb,

Sahabat semuanya, dikesempatan kali ini saya akan berbagi Cara pemindahan koloni lebah madu sahabat semuanya.

Dimana kita ketahui selama ini apa saja manfaat madu itu, dan harga dipasarannya.
Dan tidak jarang banyak sekali madu palsu yang diedarkan hanya untuk mendapatkan pundi- pundi rupiah...

Jadi kesempatan kali ini saya akan membagikan bagai mana cara memindahkan koloni lebah madu dari alam ke rumah untuk di budidayakan.
Disini lebah yang akan coba saya budidayakan adalah lebah jenis Trigona sp.
Atau yang lebih umum kita kenal klanceng, kelulut, teuwel dan masih banyak lagi nama sebutannya sesuai daerah masing masing.

Tonton juga:

Jadi, sebuelum sahabat sekalian memindahkan koloni lebah ada beberapa hal yang musti sobat sekalian persiapkan,
  1. Kotak stup
  2. Dan peralatan yang dibutuhkan.
Jadi untuk peralatan yang dibutuhkan untuk memindahkan koloni lebah jenis trigona itu seperyi golok atau kampak sob.
Karena lebah jenis ini sangan senang sekali bersarang dipepohonan atau bambu.

Proses awal yang harus dilakukan yaitu membuka temlat sarang koloni ini tinggal baik itu pohon maupun bambu, setelah itu hal pertama yang musti kita pindahkan yaitu telur koloninya sob.

Telur lebah levicep


Dan pada telur klanceng/ kelulut ini ada 2 sob, 1 telur tua( berwarna putih) dan telur muda yang berwarna gelap.
Untuk telur muda sendiri untuk penempatan di kotak setup jangan sampai terbalik ea sob!
Karna ditelur muda terkadang ada sel telur yang belum berisi larva . Tujuan agak peletakannya tidak terbalik agar nantinya sel telur baru ini dapat diletakkan sel telur oleh si ratu lebah sob.

Ratu lebah
 Ciri fisik yang menonjol dari ratu lebah jenis ini yaitu ukuran ratu yang lebih besar dan tidak dapat terbang sob. Jadi lebah jenis ini sangatlah mudah diternakan atau dibudidaya, karena ratu tidak mudah pergi dari setup yang kita buat.

Setelah telur koloni yang perlu kita pindahkan pastinya ratu dari koloni lebah ini sendiri.
Dan hal yang tidak kalah penying dari pemindahan lebah ini yaitu propolisnya sob, hang bisa kita letakan di pinyu keluar masuk koloni agar mengenali pintu keluar masuk koloninya sob.

Jadi itu cara singkan yang dapat saya bagikan dalam cara memindahkan koloni lebah jenis klanceng ke kotak budidaya.

Dan waktu pemindahan kotak dari lokasi yang paling baik yaitu diwaktu sore sahabat sekalian yang bertujuan. Agar koloni yang sedang bekerja mencari resin, nektar maupun serbuk sari sudah kembali. Jadi tidak ada koloni yang tertinggal nantinya.
Semoga bermanfaag ea sob.

Wasalamualaikum.


Kamis, 12 Maret 2020

Cara budidaya cacing

Budidaya cacing

Halo sobat lingsang, kali ini kita akan mengulas cara budidaya cacing.
Menjalankan sebuah usaha yang dibilang nyentrik ini memang memerlukan tekad yang bulat. Terlebih dengan pandangan sebelah mata pada ternak cacing yang kerap dilayangkan oleh masyarakat.
Namun tak perlu berkecil hati, usaha ini adalah usaha yang mudah untuk dilakukan serta mendatangkan untung yang sangat besar. Berikut penjelasan mengenai keuntungan, persiapan dan cara ternaknya:
Terlepas dari pandangan sebelah mata yang diberikan masyarakat dari berbisnis cacing. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh dari usaha ternak cacing yang ditekuni. Berikut ini adalah keuntungan yang bisa diperoleh :

1. Modal Yang Sedikit

Keuntungan yang pertama diperoleh dari ternak hewan cacing adalah modal yang diperlukan tidak lah banyak. Pembelian kandang, bibit dan pakan yang sederhana menjadi hal paling mempengaruhi dalam menentukan modal.
Di samping itu tidak perlu seorang peternak cacing diwajibkan memiliki lahan yang luas. karena beternak dari cacing bisa dilakukan dengan menumpuk box-box sehingga tidak memakan tempat.

2. Mudah Dalam Pemeliharaan

Poin kedua dari keuntungan dalam beternak cacing adalah kemudahan dalam pengolahan. Cacing adalah hewan yang bandel dan tidak memerlukan perawatan yang rewel. Oleh karena itu peternak cacing mendapatkan banyak keuntungan waktu luang dalam menggarap usaha ini.
Cacing bisa berkembang biak dengan baik hanya dengan dibiarkan begitu saja tanpa proses pemeliharaan yang istimewa.

3. Potensi Pasar

Lumbricus Rubellus, atau nama latin dari cacing tanah yang memiliki kulit merah, mempunyai cakupan pasaran yang sangat luas. Kebutuhan akan cacing kian meningkat dengan adanya temuan mengejutkan manfaat cacing untuk kesehatan dan juga kecantikan. Oleh karena itu, memilih untuk melakukan budidaya cacing adalah pilihan yang tepat untuk penghasilan yang tidak sedikit.

4. Omset Sangat Besar

Pemasukan satu bulan dari bisnis cacing akan tergantung dari berapa luas lahan yang dimiliki. Dalam satu box kandang cacing bisa mencapai sekitar sepuluh ribu cacing yang sudah siap panen. Maka semakin banyak box yang dimiliki, omset yang bisa dihasilkan pun akan semakin besar.

Hal Yang Perlu Disiapkan


Sebelum memulai budidaya cacing tanah,tahapan persiapan harus dilakukan dengan rapi dan baik. Persiapan ini lah yang nantinya akan menjadi penentu dari kesuksesan usaha cacing yang dilakoni. Berikut ini persiapan yang harus dilakukan :

1. Kandang  Dan Lokasi Pembiakan

Lokasi yang dipilih untuk beternak cacing adalah lokasi yang terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Hal ini sangat berhubungan dengan sifat cacing yang tidak bisa tahan terhadap suhu yang relatif panas.
Kandang dibentuk dari box-box kayu dengan ukuran 90*50*30 cm. Box tersebut bisa disusun dalam rak-rak yang tinggi dan besar, hingga tidak membuat lahan ternak menjadi tersita.

2. Media

Media tanam cacing dibuat dari campuran pupuk kandang, kompos dan sisa limbah rumah tangga dengan air. Perbandingan bahan-bahan tersebut dengan air adalah 7:3, kemudian media di masukkan dalam box setinggi 30 cm.
Media ternak cacing dikondisikan seperti di lingkungan asli tempat hidupnya. Cacing menjadi hewan ternak yang sangat mudah dipelihara dengan penghasilan besar. Satu kilogram cacing dewasa dihargai sampai dengan 50 ribu.

3. Bibit Cacing

Untuk mendapatkan bibit cacing bisa dilakukan dengan mencari cacing tanah di sawah. Atau dengan membeli langsung ke petani cacing. Hal ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan bibit yang diperlukan. Bila ternak cacing mencapai puluhan hingga ratusan box, maka akan lebih baik untuk membeli bibit cacing di petani.
Namun bila jumlah box tidak terlalu banyak maka bibit bisa diperoleh dengan mengembangkan cacing tanah dari sawah di sebuah media selama 2 bulan. Dengan pemberian makan dan minum teratur.

4. Makanan Cacing

Tidak ada bahan khusus yang harus diberikan pada cacing sebagai sumber nutrisi mereka. cacing bisa diberikan makanan berupa serbuk sisa makanan yang telah dihaluskan. Termasuk hewan omnivora, cacing bisa diberikan makan dari bahan apa saja asalkan telah berupa serbuk, agar mudah untuk di konsumsi.

Cara Budidaya Cacing Yang Mudah Dilakukan


Proses ternak cacing menjadi hal yang paling mudah dilakukan dari pada ternak hewan yang lainnya. Budidaya cacing bisa sukses dengan tahapan cara berikut :

1. Proses Awal Budidaya

Setelah bibit cacing diperoleh kemudian cacing siap untuk ditempatkan dalam box-box. Terlebih dahulu media disiram dengan menggunakan air sebelum digunakan untuk ternak. Satu box bisa diisi 50-100 cacing bibit.

2. Pemberian Makan Cacing

Semua bahan makanan yang diberikan pada cacing harus berbentuk serbuk dengan bentuk yang kecil. kemudian ada aturan perbandingan yang harus diperhatikan dalam pemberian makan. Yaitu 1:1 antara jumlah cacing dan makanan yang diberikan.
Makanan cacing ini harus dilakukan proses fermentasi dengan larutan gula selama 1-2 hari sebelum diberikan. Serta diberikan 1 kali dalam 24 jam dengan menaburkan di permukaan media ternak. Tidak boleh memberikan makanan pada cacing secara berlebihan, hal ini karena akan memicu tumbuhnya belatung pada media ternak. Sehingga menggacam kelangsungan hidup cacing-cacing dalam media.

3. Cara Perkembangbiakan Cacing

Setelah cacing dewasa mereka akan bereproduksi dengan menghasilkan kokon atau telur cacing yang bisa sampai menetaskan 20 cacing. Tahapan sebelum itu, para peternak harus membuat media untuk cacing bertelur. Dengan mencampur potongan jerami dan kompos yang diletakkan di dalam box media ternak.
Maka cacing yang mengandung akan meletakkan telur-telur mereka di tempat media yang telah dibuatkan. Telur-telur menjadi mudah untuk dikontrol keberadaannya.

4. Pencegahan Dari Hama

Meskipun yang dibiakkan adalah cacing, tetapi tidak tertutup kemungkinan timbulnya hama dan penyakit. Seperti ancaman yang diperoleh dari hewan pemangsanya. Ruangan yang digunakan untuk memelihara cacing tidak boleh dibiarkan terbuka. Atau memiliki lubang yang memungkinkan burung, ular, tikus dan semut bisa masuk untuk memangsa cacing.
Selain itu pemeliharaan lingkungan agar tetap bersih menjadi hal paling utama dalam pembudidayaan cacing. Penggunaan kapur semut, melebar racun tikus, dan mengolesi box dengan minyak menjadi cara ampuh untuk mencegah hama mengganggu produksi cacing.

5. Penggantian Media Ternak

Proses ternak cacing menggunakan media yang terbentuk dari  campuran kompos, pupuk kandang dan air. Yang akan menjadi mengeras, atau berubah menjadi tanah setelah beberapa waktu ditempati oleh cacing.
Untuk itu penggantian dari media tempat cacing ini perlu dilakukan setiap 1-2 bulan sekali. Dengan menggunakan media yang baru dan banyak mengandung zat makanan maka cacing akan cepat tumbuh menjadi besar.

6. Proses  Panen

Saat dipandang besar dan dewasa, atau berumur sekitar 40-50 hari cacing tanah sudah bisa untuk dipanen. Proses panen pun sangat mudah untuk dilakukan, yaitu hanya dengan memberikan penerangan pada box ternak cacing.
Cacing yang sensitif terhadap cahaya akan bergerak keluar dari media ternak. Kemudian cacing siap untuk dipasarkan.
Itulah pengetahuan penting mengenai keuntungan, persiapan dan tahapan budidaya cacing yang perlu diketahui sebelum memulai bisnis ini. cacing menjadi bisnis yang kian menggiurkan untuk ditelateni. Selain sebagai mata pencaharian pokok, perawatan yang sederhana juga bisa membuat bisnis ini dijadikan sebagai usaha sampingan.

Jumat, 20 Desember 2019

Pakan Alternatif Budidaya Lele

Anda seorang pembudidaya ikan lele?
Beruntung sekali jika anda masuk ke dalam halaman ini.
Artikel ini wajib anda pelajari sebelum ataupun sedang berbudidaya ikan lele.
Buat Anda yang masih pemula atau yang sedang aktif melakukan budidaya ikan lele, tentunya perlu mengetahui berbagai macam jenis makanan ikan lele yang alami dan relatif murah dari harga pakan ikan lele di pasaran.
Terdapat berbagai cara yang bisa ditempuh peternak lele untuk budidaya ikan lele salah satunya adalah berbudidaya dengan menggunakan kolam terpal dan kolam tembok atau juga  bisa menggunakan sistem bioflok.
Jika menggunakan sistem bioflok tentunya sangat mengandalkan mikroorganisme sehingga membuat ikannya lebih gurih sehingga tanpa pakan saja pun oke.
Sebenarnya setiap peternak memiliki idola sendiri-sendiri dalam melakukan budidaya ikan lele dengan jenis apa.
Cara membuat pakan ikan lele agar cepat besar adalah dengan menggunakan pakan alternatif alami dimana pakan ini menjadi makanan yang paling disukai banyak jenis ikan lele. dan ini merupakan sebuah rahasia supaya lele cepat besar.
Anda bisa menyesuaikan berbagai macam pakan alternatif untuk diberikan pada ikan lele yang anda budidayakan.
Anda bisa memulai budidaya ikan lele menggunakan kolam terpal.
Kolam jenis terpal ini memang dianggap lebih baru dari kolam-kolam yang pernah ada.
Meskipun banyak juga peternak lele yang menggunakan kolam tanah, kolam tembok, atau pun drum plastik.
Ada banyak jenis alternatif pakan lele alami cepat besar dan cepat panen yaitu sebagai berikut:
1. Maggot Lalat
Magot lalat
Pernah dengar yang dinamakan maggot lalat?
Yuppps.... itutu, siblatung... 😁
Maggot lalat merupakan alternatif pakan ikan lele.
Maggot biasa tumbuh dengan siklus tertentu yaitu melalui telur lalat.
Jenis lalatnya yaitu black soldier fly dengan metamorfosis dengan fase kedua setelah mengalami fase telur.
Lebih tepatnya sebelum masuk fase pupa sebelum menjadi lalat dewasa.
Kandungan di dalamnya mengandung protein maggot dengan prosentase hingga 40 %.
Nilai gizi pellet dibuat oleh pabrik dengan prosesntase sekitar 20-25 %.
Pakan alternatif lele jenis ini dapat meningkatkan tingkat metabolisme pada ikan sehingga sangat baik untuk melawan berbagai penyakit.
2. Ikan rucah
Apasi ikan Rucah itu?
Ikan Rucah atau bisa dibilang ikan kecil dapat kita temui disungai maupun laut, jika disungai ikan wader/ benter dan dilaut seperti ikan teri contohnya.
Dan Ikan rucah merupakan alternatif pakan ikan lele yang sangat memiliki nilai gizi sangat tinggi. Ikan rucah ini sangat disukai oleh para petani karena di dalamnya sangat mengandung protein yang super tinggi.
Ikan rucah mengandung komponen yang berasal dari berbagai unsur sebagai penunjang pertumbuhan ikan lele yang rasanya sangat enak dan disukai oleh ikan lele.
Ikan rucah yang rasanya dianggap enak memang bukan hanya sekedar anggapan, tapi memang sangat benar adanya.
Para budidaya ikan lele biasanya mengandalkan ikan rucah untuk berbagai pakan harian.
3. Bekicot / Keong Mas
Bekicot maupun keong mas sering kali dianggap sebagai hama, terutama petani...
Tetapi bekicot ini juga ada manfaat sendiri bagi para budidaya ikan lele.
Bekicot merupakan bahan pakan ikan lele yang secara alternatif bisa digunakan sebagai pakan ikan yang memiliki kandungan protein sangat lengkap dan sangat bagus sebagai makanan yang dapat menjadikan ikan lele cepat besar pertumbuhannya. dan ikan lele pun memang sangat menyukai jenis pakan yang amis seperti bekicot.
Para peternak ikan lele memang sangat memuji kehadiran bekicot karena fungsi gizinya hampir sama seperti keong emas sehingga akan dapat menguntungkan bagi para pelaku budidaya.
Peternak juga seharusnya memiliki kerjasama yang baik untuk memberantas hama atau predator.
Para predator memiliki simbiosis mutualisme dengan peternak bekicot untuk menyediakan pakan lele yang memiliki kualitas sangat bagus.
Ikan lele dapat bertumbuh dengan baik dengan konsumsi bekicot.
4. Cacing
Cacing selain dapat menyuburkan tanah, ternyata bagus juga untuk pakan alternatif pakan alami ikan lele.
Banyak para ahli cacing lubricus yang menyadari bahwa di dalam tubuh cacing mengandung kadar protein yang sangat tinggi, atau sekitar 76 %.
Kadar cacing ini lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang ada di dalam daging mamalia karena proteinnya sebanyak 65% atau ikan yang memiliki kadar sebanyak 50 %.
Cacing sutra juga bagus sebagai pakan ikan lele sebab memiliki laju pertumbuhan yang sangat tinggi.
Jenis makanan cacing termasuk ke dalam jenis kelompok pakan alami ikan yang sangat tinggi kandungan gizinya.
Cacing sutra memiliki tekstur lembut yang sangat mudah dicerna bagi ikan lele.
Tapi sayangnya cacing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kekurangannya ialah terletak pada pengaruhnya yang bisa membuat air menjadi lebih cepat kotor.
Ikan lele memang lah bisa membuat air mudah  lebih cepat keruh.
Maka agar bisa meminimalisir air yang kotor biasanya cacing memang harus dibersihkan.
Pastikan cacing yang digunakan sebagai pakan ikan lele harus dibersihkan terlebih dahulu sehingga bersih dari berbagai bakteri pathogen yang asa di dalamnya.
Bakteri patogen tentunya  akan membuat pertumbuhan ikan lele menjadi terganggu.
5. Tanaman atau Dedaunan
Terdapat pakan alami ikan lele dari tumbuhan atau dedaunan yang memiliki nutrisi yang baik bagi ikan lele.
Contoh tanamannya ialah Azzola.
Azzola ialah jenis tumbuhan paku air yang sangat dibutuhkan unttuk ikan lele.
Tumbuhan azzola merupakan tumbuhan yang sangat baik sebagai saluran irigasi yang berada di area pinggir kolam sehingga membuat tanah lembab.
Tanaman Azzola merupakan tumbuhan pakuan yang banyak dicari oleh para peternak ikan yang khusus untuk ikan lele sebagai alternatif pakan tambahan yang murah.
Intensitas perburuan azola merupakan pakan ikan lele yang di dalamnya mengandung banyak protein yang sangat tinggi sekitar 25 hingga 35 %.
6. Unggas
Pada peternakan ayam setiap harinya biasanya ada aja ayam yang mati.
Limbah ayam bisa Anda gunakan untuk memberi makan ikan lele, karena lele merupakan hewan karnivora.
Ayam yang sudah mati tidak boleh diberikan secara langsung untuk menghindari wabah penyakit pada ikan.
ayam harus direbus serta dibersihkan dulu.
Proses perebusan ini bertujuan untuk menghilangkan bau dan membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam ayam.
Setelah mendidih diamkan menjadi dingin, kemudian berikan ke ikan lele Anda pada hari itu juga.
Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk sobat Lingsang Fishing.

Kamis, 19 Desember 2019

Jenis- jenis Ikan Lele

Ikan lele memiliki nama latin Clarias Sp, terkenal dengan tubuhnya yang licin tidak bersisik dan memiliki kandungan gizi yang tinggi.



Jenis dari ikan lele cukup banyak, tapi tidak semuany bisa dikonsumsi.
Biasanya jenis yang dibudidaya untuk dikonsumsi adalah yang punya sifat unggul, misalnya tahan terhadap penyakit dan pertumbuhan yang cepat.

Selain itu juga punya kemampuan untuk tinggal di lingkungan dengan kepadatan yang tinggi dan kondisi air yang minim.
Di Indonesia ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di masyarakat, setiap jenis punya keunggulan dan kekurangan.
Kita akan membahas beberapa di antaranya yang populer, sehingga bisa jadi bahan pertimbangan untuk memilih bibit lele yang akan dibudidaya.


Macam-macam varietas ikan lele yang dapat di budidaya di indonesia

1. Dumbo

Lele Dumbo

Lele Dumbo atau Clarias Gariepenus, berasal dari Taiwan kemudian didatangkan ke Indonesia pada tahun 1985-1986.

Lele Dumbo adalah hasil persilangan antara lele lokal Afrika (Clarias Mosambicus) dengan lele lokal Taiwan (Clarias Fuscus).

Ukuran lele dumbo jauh lebih besar mencapai 2 kali lipat dari lele lokal. Ukuran lele dumbo lebih pendek dan tumpul, sedangkan sungutnya relatif lebih panjang dibandingkan lele lokal.
Lele dumbo juga punya warna hitam kehijauan dan saat dia terkejut atau stres, kulitnya akan berubah menjadi bercak hitam atau putih.
Lele dumbo punya patil tetapi tidak terlalu beracun. Banyak peternak lele lebih memilih lele dumbo dikarenakan tumbuhnya lebih cepat dan besar dengan jumlah telur yang banyak, lebih tahan penyakit, mudah beradaptasi dan lebih mudah pembudidayaannya dibandingkan dengan lele lokal.
Meskipun begitu, benih yang dihasilkan lele dumbo ukurannya tidak sama, akibatnya pertumbuhannya juga berbeda–beda, sehingga membuat waktu panen mundur dan kebutuhan pakan lebih banyak.
Lele dumbo juga cocok untuk dipelihara dikolam tanah karena tidak punya kebiasaan membuat lubang.

Baca juga; Pakan Alternatif Ikan Lele
Tapi dari segi rasa, daging lele dumbo lebih lebih lembek sehingga orang lebih menyukai daging ikan lele lokal yang dirasa lebih enak.
2. Ikan Lele Lokal
Ikan lele lokal atau lele kampung memiliki nama latin Clarias Batrachus, adalah jenis lele yang dikenal luas oleh masyarakat.
Sebelum ada lele dumbo, para peternak biasanya membudidayakan ikan lele ini yang disebut juga ikan jawa.
Tetapi sekarang ini sangat jarang peternak yang membudidayakan jenis lele lokal yang dipandang kurang menguntungkan karena pertumbuhannya yang terbilang sangat lambat.
Ada tiga jenis lele lokal yang ada di Indonesia, yaitu lele hitam, lele putih atau belang putih dan lele merah.
Lele hitam adalah yang paling banyak dibudidayakan untuk konsumsi, sedangkan lele putih dan merah lebih banyak dibudidayakan sebagai ikan hias.
Lele lokal juga punya patil yang tajam dan berbisa, terutama pada lele mudanya. Apabila menyengat, racunnya bisa membunuh mangsa dan bagi manusia bisa membuat bengkak dan demam.
Lele ini juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai walking catfish, karena memang mampu ‘berjalan’ didaratan, terutama untuk berpindah mencari tempat yang lebih banyak airnya.
Lele ini menyukai perairan yang tenang dan berlumpur, seperti dirawa, kolam, saluran-saluran air atau disekitar anak-anak sungai.

3. Lele Phyton



Ikan lele phyton ditemukan oleh para peternak lele di Kabupaten Pandeglang, Banten pada tahun 2004. Ikan lele phyton merupakan hasil dari persilangan induk betina lele eks Thailand F2 dengan induk jantan lele lokal atau lele dumbo F6.

Ikan lele phyton tahan cuaca dingin dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih dari 90%.

Pada awalnya proyek ikan lele phyton dilakukan untuk menjawab keluhan para peternak lele di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang yang sering mengalami kerugian karena benih lele dumbo tidak cocok dibudidayakan di Desa Banyumundu yang beriklim dingin, dimana malam harinya suhu berkisar 17 C.
Selama lebih dari 2 tahun percobaan akhirnya ditemukanlah lele phyton. Kualitas lele phyton ini juga diakui oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.
Sesuai dengan namanya, bentuk kepala seperti ular phyton yang pipih memanjang, mulut kecil dan warna menyerupai ular phyton.
Ciri lainnya adalah punuk dibelakang kepala, ekor bulat dan sungut yang lebih panjang dibanding lele dumbo.
Selain tahan dingin, pertumbuhannya juga cepat dan seragam serta tahan penyakit. Lele phyton punya gerakan lebih lincah dari lele dumbo dan rasa dagingnya lebih gurih juga tidak lembek, lebih mendekati rasa daging lele lokal.
Bisa dikatakan lele phyton punya semua keunggulan yang dimiliki lele dumbo dan lele sangkuriang, tetapi kelemahannya adalah bobotnya yang lebih ringan dikarenakan bentuk tubuhnya yang ramping dan memanjang.

4. Lele Sangkuriang

Ikan lele sangkuriang adalah hasil persilangan dari lele dumbo jantan F6 dengan induknya sendiri lele betina dumbo F2.

Dari hasil perkawinan ini ternyata didapatkan sifat-sifat unggul seperti kemampuan bertelur yang tinggi hingga 40–60 ribu butir per sekali pemijahan.

Lele Sangkuriang juga lebih tahan penyakit, dapat dipelihara dalam kondisi air yang minim dan kualitas daging yang lebih baik.

Secara fisik, lele sangkuriang hampir sama dengan lele Dumbo, tetapi mulutnya lebih lonjong, matanya lebih kecil, bentuk badannya lebih bulat, dan warnanya abu-abu.
Selain jumlah telurnya yang banyak, daya tetas telurnya pun tinggi, dan ukuran benih yang dihasilkan cukup merata. Ukuran tubuhnya lebih besar dibanding lele dumbo dan lele phyton.
Tetapi kelemahannya, tidak bisa membenihkan dari indukannya karena kualitasnya bisa menurun.
Jadi pembenihan harus dilakukan dengan persilangan balik. Jenis ini bisa dibudidayakan optimal pada udara sejuk tapi benihnya kurang bisa bertahan di daerah panas.
Untuk menyiasatinya, usahakan kolam tidak terlalu panas atau diberi pelindung, baik atap atau tanaman air sekitar 50% dari permukaan kolam.

5. Lele Masamo


Lele masamo merupakan hasil pengumpulan sifat dari berbagai plasma nutfah lele antara lain lele dumbo dan Clarias Macrocephalus atau Bighead Catfish. 

Hasil dari percobaan tersebut menghasilkan ikan lele masamo yang memiliki sejumlah keunggulan yaitu: bertubuh besar, rakus makan tapi tetap efisien, tingkat keseragaman tinggi, tidak mudah stres, tahan penyakit, sifat kanibal rendah dan produktivitas telur yang tinggi.

Kepala ikan ini lebih lonjong agak runcing, sirip atau patilnya lebih tajam, badan lebih panjang dan warnanya kehitaman.
Tetapi saat stres, muncul warna keputihan atau keabu-abuan. Lele masamo juga punya bintik seperti tahi lalat di sekujur tubuhnya dan ada tonjolan di tengkuk kepala.
Pada induk, tonjolan di tengkuk kepala lebih terlihat jelas. Mengingat ciri lele masamo sangat berbeda dengan jenis lele lain, sehingga jenis ini tidak mungkin dipalsukan.
Tetapi saat masih benih, sulit membedakannya dengan benih lele jenis lainnya, tetapi biasanya benih lele masamo lebih agresif dan nafsu makannya lebih kuat, sehingga jika manajemen pakan kurang bisa mengakibatkan kanibalisme.

6. Lele Mutiara

Ikan lele mutiara adalah hasil dari persilangan ikan lele dumbo, lele mesir, lele phyton dan lele sangkuriang.
Percobaan ini sudah dilakukan sejak tahun 2010 diBalai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Subang, Jawa Barat dan diresmikan pada 27 Oktober 2014.
Ikan lele mutiara punya banyak keunggulan seperti laju pertumbuhannya yang tinggi sekitar 40% sehingga waktu pemeliharaannya pun lebih singkat.
Bibit yang berukuran 5-7 cm dapat dipanen dalam waktu 2 bulan bahkan kurang, dengan ukuran panen 6-9 ekor per kg dan keseragaman ukurannya yang mencapai 80%.
Keunggulan lainnya adalah irit dalam penggunaan pakan dan lebih tahan terhadap serangan penyakit, ini dibuktikan dengan merendamnya didalam bakteri aeromonas sp selama 60 jam dan hanya 30% ikan saja yang mati.

7. Limbat/Lembat


Ikan lele Limbat memiliki nama latin Clarias Nieuhofii ikan lele liar yang penyebarannya luas di Asia Tenggara.

Berhabitat di rawa dan sungai kecil, biasanya jarang dibudidaya tapi sering juga di konsumsi dengan dilakukan penangkapan secara tradisional di alam.

Ciri fisiknya, punya tubuh yang panjang dan berwarna kekuningan atau abu-abu. Bagian tubuh atasnya gelap kehitaman dan keputihan di sebelah bawah kepala dan tubuhnya.
Terdapat deret vertikal bintik-bintik keputihan atau kekuningan di bagian punggung.
Ikan lele limbat juga punya banyak jenis diantaranya adalah limbat hitam dan limbat sentarum.
Ikan limbat biasa dikonsumsi dengan cara di asap dan di sebut ikan salai atau ikan asap limbat dengan rasa yang gurih dan nikmat.

8. Lele Broadhead


Ikan lele Broadhead atau Clarias Macrocephalus adalah lele asli Asia Tenggara dan sering di konsumsi di Thailand.

Di Thailand ikan lele ini dan walking catfish atau Clarias batrachus sering dijadikan makanan yang dikenal sebagai Pla Duk, sejenis makanan murah yang ditawarkan dipinggir jalan dengan cara dipanggang atau digoreng.

Lele Broadhead punya sirip punggung yang besar dan tubuh yang pendek dan agak bulat hampir mirip dengan lele lokal atau lele kampung di Indonesia.
Lele Broadhead berwarna hitam dan punya bintik-bintik putih di sisi tubuhnya. Sebagai jenis ikan iklim tropis, maka banyak ditemukan di China, Filipina, Guam, Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Ikan ini lebih suka tinggal di rawa-rawa, kanal, sawah, genangan dan sungai. Ikan ini juga hampir punah karena sering dikawinsilangkan, sehingga jenis aslinya sulit ditemukan.
Sebagai jenis ikan yang bersifat karnivora, lele broadfish memakan serangga air, udang muda dan ikan kecil. 
Tetapi, ikan itu bisa juga makan bekatul, tepung ikan dan pelet. Ikan ini dibudidayakan dalam skala kecil saja, dikarenakan pertumbuhannya yang lambat.
Tapi di Thailand ikan ini lebih di sukai dari segi rasa dan gizinya yang lebih baik di banding dengan walking catfish atau lele jawa (Clarias Batrachus).

9. Lele gua emas


Lele ini merupakan lele yang cukup langka dan cenderung bisa jadi akan punah karena populasinya yang tahun demi tahun selalu berkurang.

Kenapa disebut dengan lele gua? Karena lele ini benar sering ditemukan di Gua, Gua ini dikenal sebagai gua Aigamas wilayah OtjozondjupaNamibia. Panjang standar hingga 16,1 cm (Mereka mungkin tertutup kulit dan bisa dipastikan mereka buta.

Banyak orang bilang bahwa populasi mereka hanya sekitar 200 – 400 ekor, banyak ilmuan masih tidak mengerti bagaimana cara membantu pengembangbiakan mereka.

Jenis -jenis lebah madu